Virus Corona

WHO Peringatkan, Kesempatan untuk Mengontrol Virus Corona Makin Sempit

Badan Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan kesempatan untuk mengontrol wabah virus corona semakin sempit.

AFP
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.(AFP/FABRICE COFFRINI) 

Padahal, seperti diungkapkan oleh pakar epidemiologi di University of Bern, Swiss, di Twitter-nya, Iran tidak pernah diduga sebagai tempat penyebaran Covid-19.

Apalagi model matematika menunjukkan bahwa risiko Iran untuk mengimpor penyakit baru tergolong sangat rendah.

Lebanon juga menjadi negara ke-30 yang terinfeksi virus corona.

Namun, uniknya virus ini tidak datang dari China. Orang yang terinfeksi virus ini datang ke negara itu dengan naik pesawat dari Iran.

Untungnya, pasien tersebut telah terdeteksi di bandara. Selain kedua negara itu, Israel melaporkan kasus positif virus corona pertamanya, yakni seorang perempuan Israel yang dikarantina di kapal pesiar Diamond Princess.

Lalu, sembilan kasus dikonfrimasikan di Uni Emirat Arab dan satu kasus dikonfirmasikan di Mesir.

Sementara itu, Korea Selatan terus mencatatkan kasus baru virus corona Wuhan.

Kemudian muncul 142 kasus baru di Daegu, Korea Selatan hingga akhirnya virus ini muncul di Indonesia awal pekan kemarin.

Ini membuat angka kasus secara keseluruhan di negara itu menjadi 346, tertinggi pertama di luar China jika tidak memperhitungkan 634 kasus di kapal pesiar Diamond Princess, Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved