Virus Corona

Semua Pasien Corona Sembuh, Ini Langkah Vietnam Tangani Wabah

Pemerintah juga tidak melaporkan adanya kasus tambahan selama 15 hari terakhir. Kasus terakhir dilaporkan pada 13 Februari.

Editor: Geafry Necolsen
reuters
Warga Negara Vietnam 

Semua Pasien Corona Sembuh, Ini Langkah Vietnam Tangani Wabah

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Vietnam mengumumkan semua pasien yang terinfeksi COVID-19 yang berjumlah 16 orang, telah sembuh dan keluar dari rumah sakit pada Rabu (4/2/2020).

Pemerintah juga tidak melaporkan adanya kasus tambahan selama 15 hari terakhir. Kasus terakhir dilaporkan pada 13 Februari.

Sebelumnya, negara Asia ini pertama kali melaporkan kasus pada 23 Januari di Kota Ho Chi Minh. Saat itu ada dua warga negara China, terinfeksi corona.

"Jika pertempuran COVID-19 adalah perang, maka kami telah memenangkan putaran pertama," kata Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Vietnam dalam konferensi online dengan pejabat kota dan provinsi.

"Tetapi tidak seluruh perang karena situasinya bisa sangat tidak terduga."

Laporan sembuh ini langsung menarik perhatian dunia, lantaran terjadi saat kasus-kasus baru makin meningkat di banyak negara.

Per hari ini, Rabu (4/3/2020), wabah dilaporkan telah menyebar di 77 negara, dengan total infeksi sebanyak 94.225 dan kematian mencapai 3.214 orang secara global.

Berikut rahasia Vietnam sehingga berhasil menangani wabah corona:

Ilustrasi penyebaran virus corona
Ilustrasi penyebaran virus corona (net)

Pencegahan sejak awal
Sejak awal dikonfirmasi masuk ke negara itu, pemerintah langsung melakukan upaya untuk mencegah penyebaran.

Vietnam langsung secara resmi menyatakan virus corona sebagai epidemi pada 1 Februari. Ketika jumlah kasus di negara itu meningkat menjadi enam.

Karantina desa
Pada 13 Februari, kementerian kesehatan memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi untuk dikarantina selama 20 hari. Itu diumumkan setelah lebih banyak kasus dikonfirmasi.

Upaya cepat tanggap pemerintah ini bahkan telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Para pejabat dan pakar kesehatan WHO mengatakan respons cepat pemerintah Vietnam sangat penting dalam mengatasi krisis di tahap awal.

"Negara ini telah mengaktifkan sistem responsnya pada tahap awal wabah, dengan mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi dan manajemen kasus di fasilitas kesehatan, menyampaikan pesan komunikasi risiko yang jelas, dan kolaborasi multi-sektoral," kata Dr Kidong Park, perwakilan WHO di Vietnam kepada Al Jazeera.

Tindakan medis
Selain karantina, tenaga medis di negara itu juga diinstruksikan untuk mengikuti beberapa protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan.

Dari mulai mengobati gejala yang dibawa virus corona, seperti demam, hingga meminta pasien menjalani diet ketat dan bergizi.

Lebih lanjut, petugas medis juga diperintahkan untuk memonitor tingkat saturasi oksigen dalam darah pasien.

Ilustrasi
Ilustrasi (HelloSehat)

Meliburkan sekolah
Untuk mencegah penyebaran, pemerintah juga memerintahkan sekolah-sekolah di 63 kota dan provinsi di Vietnam diliburkan demi mencegah penularan pada anak-anak.

Kementerian kesehatan juga telah menginstruksikan sekolah untuk mendisinfeksi ruang kelas sebelum siswa kembali ke sekolah.

Guru dan staf telah diminta untuk mengingatkan siswa tentang kebersihan yang layak seperti mencuci tangan, dan melakukan pemeriksaan suhu pada siswa pada saat masuk.

Sekolah juga diharuskan menyiapkan formulir kesehatan yang digunakan untuk memantau siswa.

Ikuti kami di
KOMENTAR
534 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved