Faktanya

Bahaya Dibalik Pemakaian Minyak Jelantah, Mengandung Bakteri

Padahal minyak jelantah, atau minyak goreng yang tidak diganti untuk menggoreng sangat berisiko buat kesehatan. Apa saja bahaya minyak jelantah? Baca

net
Ilustrasi: minyak panas 

Salah satunya yaitu Clostridium botulinum, bakteri penyebab penyakit botulisme. Bakteri-bakteri tersebut akan makan dari partikel dan remah-remah sisa gorengan yang ada di panci atau minyak.

Maka, menggoreng dengan minyak bekas pun akan membuat Anda lebih rentan kena infeksi bakteri.

Selain bakteri, minyak jelantah juga jadi sumber radikal bebas. Radikal bebas akan ikut terserap ke dalam makanan yang digoreng dan masuk ke dalam tubuh Anda.

Di dalam tubuh, radikal bebas akan menyerang sel-sel dalam tubuh dan menjadi karsinogen, yaitu penyebab kanker.

Semakin sering Anda menggoreng dengan minyak jelantah, makin banyak pula radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan mutasi gen.

Sel dalam tubuh Anda pun lebih rentan berubah jadi sel kanker.

3. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Menurut penelitian oleh para ahli dari University of the Basque Country di Spanyol, minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid.

Senyawa ini diketahui bisa berubah menjadi karsinogen dalam tubuh Anda.

Selain itu, aldehid juga bisa memicu penyakit degeneratif kronis. Misalnya penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved