Kisah Masjid Al-Mujahidin Kutai Kartanegara, Diresmikan Bertepatan Shalat Jumat

Takmir Masjid Zainul Arifin mengatakan Masjid ini sebetulnya sudah ada pada tahun 2003.

Editor: Geafry Necolsen
net
Masjid Al-Mujahidin di perumahan Tambak Rel mengadakan shalat Jumat perdana, Jumat (3/1/2019). Masjid ini naik tingkat sebelumnya hanya Langgar menjadi Masjid yang bisa digunakan untuk shalat Jumat maupun acara keagamaan besar. 

Kisah Masjid Al-Mujahidin Kutai Kartanegara, Diresmikan Bertepatan Shalat Jumat

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Kisah Masjid Al-Mujahidin Kutai Kartanegara, diresmikan bertepatan shalat Jumat pertama di tahun 2020

Ratusan jemaah perumahan Tambak Rel Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti shalat Jumat di Masjid Al-Mujahidin, Jumat (3/1/2020).

Ratusan jemaah tersebut melaksanakan shalat Jumat perdana di tahun 2020 sekaligus meresmikan Masjid tersebut.

Takmir Masjid Zainul Arifin mengatakan Masjid ini sebetulnya sudah ada pada tahun 2003.

Namun pada tahun tersebut hingga tahun 2019 kemarin Masjid tersebut masih berbentuk langgar.

Hingga sekitar tiga bulan silam pengurus langgar mengirimkan surat untuk meverifikasi ke Kementerian Agama ( Kemenag ).

Tujuannya agar langgar tersebut menjadi Masjid yang bisa dilakukan shalat Jumat atau kegiatan agama besar di area perumahan tersebut.

"Saat masih jadi langgar, warga sekitar harus shalat Jumat keluar dari perumahan ini. Hampir dua kilometer warga shalat Jumat keluar dari area perumahan," ucap Zainul.

Karena ingin memudahkan masyarakat shalat Jumat maka langgar tersebut dilebarkan agar dapat menampung ratusan jemaah.

Sehingga pada tanggal 4 Desember 2019 kemarin resmi langgar itu naik tingkat menjadi Masjid.

Namun untuk peresmiannnya dilakukan pada 3 Januari 2020 yang bertepatan dengan shalat Jumat.

Suasana Masjid Al Mujahidin
Suasana Masjid Al Mujahidin ()

Masjid ini memiliki luas tanah sekitar 900 meter persegi untuk luas bangunan shalat.

Kemudian 600 meter persegi untuk tanah wakaf kosong. Rencananya tanah wakaf tersebut dijadikan pusat kajian islam sekaligus menambah tempat shalat.

Dari penuturannya anak-anak yang mengaji harus mengaji di sebelah ruangan pos sekuriti.

"Iya TPAnya di bawah sini di pos sekuriti. Sebelah pos itu ada ruangan kosong yang dijadikan tempat mengaji," ucapnya.

Rencananya TPA akan dibangun di tanah kosong yang diwakafkan tersebut.

Setelah shalat Jumat berjemaah dilanjutkan dengan peresmian Masjid.

Perwakilan MUI, Kemenag dan Lurah Kampung Baru hadir dalam kegiatan tersebut

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved