Faktanya

Catfishing, Fenomena Penipuan di Dunia Maya Berkedok Cinta

Anda bisa terperangkap dalam modus penipuan yang tidak hanya merugikan secara emosional namun juga materil, seperti pada fenomena catfishing.

net
Terlalu lama menatap layah handphone bisa membuat ukuran otak menyusut 

Catfishing, Fenomena Penipuan di Dunia Maya Berkedok Cinta

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Ungkapan “jodoh dalam genggaman” memang paling pas menggambarkan cara masyarakat modern menemukan tambatan hatinya.

Anda bisa bertemu dengan sosok ideal yang selama ini dicari-cari hanya dengan mengandalkan media sosial, situs perjodohan, atau aplikasi kencan yang termuat dalam telepon genggam.

Namun jika tidak berhati-hati, Anda bisa terperangkap dalam modus penipuan yang tidak hanya merugikan secara emosional namun juga materil, seperti pada fenomena catfishing.

Ilustrasi: Catfishing
Ilustrasi: Catfishing (Shutterstock)

Kencan online dan fenomena catfishing

Internet telah lama menjadi lahan basah untuk kasus penipuan. Anonimitas adalah privilese pengguna internet yang kerap disalahgunakan untuk mengeruk keuntungan secara ilegal.

Fenomena catfishing menggambarkan kasus penipuan di dunia maya yang dilakukan oleh orang yang berpura-pura menunjukkan ketertarikan kepada orang lain, namun memiliki maksud tersembunyi.

Aksi catfishing ini biasa terjadi dalam kencan online.

Mereka tidak muncul dengan identitas asli. 

Pelaku catfishing kebanyakan mencuri identitas orang lain atau berbohong mengenai asal-usulnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved