Ternyata

Janin Sudah Bisa Melihat Cahaya Sejak Trimester Ketiga

Sebuah penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa jauh sebelum bayi bisa melihat gambar, mata janin sudah dapat mendeteksi cahaya dari dalam rahim.

iStockphoto
Ilustrasi: Ibu hamil 

Menurut penelitian tersebut, komunikasi antarsel yang ada pada retina membuat mata janin peka terhadap cahaya.

Retina adalah lapisan tipis yang terdapat pada bagian belakang mata. Area ini dipenuhi oleh sel ganglion yang sensitif terhadap cahaya.

Meski belum seutuhnya berkembang, komunikasi antarsel ini membuat retina lebih sensitif sehingga bisa mendeteksi cahaya.

Para ilmuwan dahulu mengira janin manusia masih sepenuhnya buta selama periode perkembangan ini. Mereka menduga, sel-sel ganglion yang bertanggung jawab dalam penglihatan tidak terhubung dengan retina sehingga tidak dapat menghasilkan gambar.

Akan tetapi, penelitian ini justru membuktikan bahwa sel-sel ganglion pada mata sudah terhubung antara satu sama lain sejak janin ada dalam kandungan.

Hubungan tersebut menghasilkan gelombang retina yang penting bagi kemampuan penglihatan ketika bayi lahir nanti.

Sel-sel penglihatan berhubungan dengan emosi dan perilaku bayi

janin

Selain membuat janin mampu melihat cahaya, komunikasi antarsel penglihatan ternyata juga berkaitan dengan perkembangan emosi dan perilaku bayi.

Pasalnya, sel ganglion tidak hanya berkomunikasi dengan saraf penglihatan, tapi juga bagian otak yang lain.

Para peneliti memperkirakan sekitar 3 persen sel-sel ganglion sensitif terhadap cahaya. Sementara itu, sel-sel ganglion yang lain berkomunikasi dengan berbagai bagian otak.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved