Sains

Mirip, Ini Perbedaan Flu Babi dan Novel Coronavirus

Di tengah wabah penyakit yang menyerupai SARS ini, Tiongkok dan negara sekitarnya juga menghadapi wabah flu babi.

HelloSehat
Penyebaran Virus 

Baik coronavirus COVID-19 dan flu babi, infeksi virus keduanya berasal dari hewan. Akan tetapi, tentu saja jenis hewan yang menjadi perantara virus ke tubuh manusia pada kedua penyakit ini berbeda. 

Pada coronavirus COVID-19, sumber virus disinyalir berasal dari kelelawar. Kemudian, sel virus yang ada pada kelelawar berkembang dalam tubuh trenggiling, yaitu salah satu satwa liar yang cukup populer dikonsumsi di Tiongkok. 

Akibatnya, ketika daging binatang tersebut dikonsumsi, sel virus pun mengalami mutasi dalam tubuh manusia. Dari manusia yang pertama kali terinfeksi kemudian menyebar ke orang lain melalui tetesan pernapasan di udara. 

Sementara itu, sesuai dengan namanya, flu babi berasal dari babi, baik yang masih hidup maupun sudah mati. Babi yang terinfeksi biasanya menunjukkan gejala berupa:

  • demam
  • batuk, yaitu bersuara seperti menggonggong
  • sulit bernapas
  • depresi dan terlihat tidak nafsu makan.

Walaupun demikian, tidak sedikit babi yang terinfeksi flu babi justru tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali. 

Dari jenis hewan perantara virus Anda dapat melihat perbedaan antara coronavirus COVID-19 dengan flu babi.

Akan tetapi, untuk saat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan satwa liar yang menjadi sumber virus COVID-19. 

5. Penularan wabah penyakit

wabah coronavirus

Terakhir, perbedaan antara coronavirus COVID-19 dengan flu babi adalah penularannya. Walaupun keduanya berasal dari hewan, pada flu babi dapat ditularkan melalui babi hidup dan babi yang sudah mati.

Selain itu, penularan flu babi juga dapat terjadi melalui pakan ternak dan benda mati yang terkontaminasi, seperti pakaian, pisau, peralatan dapur, dan sepatu. 

Bahkan, wabah ini juga diperkirakan menyebar di antara babi melalui kontak dekat atau barang yang berada di dekat hewan yang terinfeksi. 

Kawanan babi yang terinfeksi, termasuk yang sudah diberikan vaksin, juga berisiko terhadap penyakit ini meskipun awalnya tidak menunjukkan gejala yang serius. 

fakta novel coronavirus

Di sisi lain, coronavirus COVID-19 dapat menularkan virusnya dari penderita ke orang lainnya ketika jarak penularannya cukup dekat, yaitu sekitar 1-2 meter atau 6 kaki. 

Sama seperti flu babi, penularan coronavirus COVID-19 diduga berasal dari tetesan air liur yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi saat batuk atau bersin.

Kemudian, tetesan tersebut dapat menempel di mulut atau hidung orang yang berada dekat dengan penderita hingga terhirup ke paru-paru. 

Selain itu, menurut sejumlah laporan dari media di Tiongkok mengungkapkan bahwa penularan COVID-19 dapat terjadi melalui udara.

Hal ini dapat terjadi apabila adanya transmisi aerosol yang sudah tercampur dengan virus dan tetesan pernapasan dari pasien yang terinfeksi.

Akibatnya, campuran tersebut membuat virus menjadi cepat terhirup oleh orang yang mungki tidak terkena infeksi pada awalnya.

Sampai saat ini masih belum benar-benar terbukti 100% secara ilmiah apakah seseorang dapat terinfeksi dengan menyentuh barang yang terkontaminasi virus. 

Antara COVID-19 dengan flu babi memang tidak begitu jauh berbeda. Maka itu, sebaiknya ketika Anda merasa kurang sehat dan mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkanya penanganan.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved