Sains

Mirip, Ini Perbedaan Flu Babi dan Novel Coronavirus

Di tengah wabah penyakit yang menyerupai SARS ini, Tiongkok dan negara sekitarnya juga menghadapi wabah flu babi.

HelloSehat
Penyebaran Virus 

Dilansir dari laman CDC, wabah flu babi pertama kali ditemukan tahun 2009 di Amerika Utara tepat ketika musim semi sedang berlangsung. 

Jika dibandingkan dengan flu babi, novel coronavirus atau COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, Tiongkok, tepatnya tanggal 31 Desember 2019. 

Walaupun demikian, baik COVID-19 dan H1N1 kemudian meluas secara global dan menginfeksi banyak orang di negara selain tempat pertama kali virus ini ditemukan. 

2. Membedakan gejala novel coronavirus dan flu babi

kurang vitamin B12 sakit demam tidak enak badan flu

Selain lokasi temuan pertama, terdapat sedikit perbedaan antara coronavirus COVID-19 terkait gejala yang ditimbulkan.

Untuk Coronavirus COVID-19, gejala yang dialami oleh penderitanya hampir mirip dengan flu biasa, seperti

  • demam tinggi lebih dari 38°C
  • kesulitan bernapas
  • batuk dan pilek
  • sakit tenggorokan
  • pernah melakukan perjalanan ke Tiongkok

Sementara itu, flu babi pun menunjukkan gejala yang sedikit berbeda dengan COVID-19 seperti:

  • demam mendadak dan tidak selalu terjadi
  • batuk kering dan pilek
  • sakit kepala
  • muntah dan diare
  • mata berair dan merah

Akan tetapi, perbedaan gejala antara kedua penyakit ini terletak pada demam. Apabila gejala awal dari COVID-19 ditandai dengan demam tinggi, demam pada flu babi tidak selalu terjadi.

Flu babi yang tidak mendapatkan pengobatan dengan baik menyebabkan komplikasi serius, misalnya pneumonia, sesak napas, kejang dan linglung, hingga kematian. 

Maka itu, beberapa orang kadang panik dan mengalami salah diagnosis ketika wabah penyakit dari flu babi karena gejalanya yang hampir mirip dengan COVID-19. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved