Sains

Mirip, Ini Perbedaan Flu Babi dan Novel Coronavirus

Di tengah wabah penyakit yang menyerupai SARS ini, Tiongkok dan negara sekitarnya juga menghadapi wabah flu babi.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Penyebaran Virus 

Apabila Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

3. Metode pengobatan

karantina adalah

Melihat dari gejala yang ditimbulkan dari coronavirus COVID-19 dan flu babi mungkin Anda menganggap bahwa perawatan yang dijalani juga tidak akan jauh berbeda. Faktanya, tidak demikian.

Coronavirus COVID-19 sampai saat ini belum memiliki obat khusus. Akan tetapi, perawatan yang dijalani selama ini lebih berfokus meringankan gejala yang dialami penderita agar dapat melawan infeksi virus di tubuh. 

Sementara itu, kondisi penderita flu babi dapat membaik dalam kurun waktu 7-10 hari setelah mendapatkan pengobatan.

Baik coronavirus COVID-19 dan flu babi, perawatan yang dijalani bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami pasien agar tidak mengalami komplikasi. 

Laki-laki hendak minum obat sesuai aturan minum obat TBC

Walaupun demikian, Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui empat jenis obat untuk mengobati flu babi, yaitu:

  • Oseltamivir (Tamiflu)
  • Zanamivir (Relenza)
  • Peramivir (Rapivab)
  • Baloxavir (Xofluza)

Keempat obat tersebut digunakan untuk melawan infeksi virus H1N1, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sel virus akan membentuk resistensi terhadap obat.

Maka itu, selama masa perawatan berlangsung, dokter sering menambahkan obat antiviral kepada orang yang berisiko tinggi. 

4. Hewan perantara virus

efek kesehatan makan trenggiling

Baik coronavirus COVID-19 dan flu babi, infeksi virus keduanya berasal dari hewan. Akan tetapi, tentu saja jenis hewan yang menjadi perantara virus ke tubuh manusia pada kedua penyakit ini berbeda. 

Pada coronavirus COVID-19, sumber virus disinyalir berasal dari kelelawar. Kemudian, sel virus yang ada pada kelelawar berkembang dalam tubuh trenggiling, yaitu salah satu satwa liar yang cukup populer dikonsumsi di Tiongkok. 

Akibatnya, ketika daging binatang tersebut dikonsumsi, sel virus pun mengalami mutasi dalam tubuh manusia. Dari manusia yang pertama kali terinfeksi kemudian menyebar ke orang lain melalui tetesan pernapasan di udara. 

Sementara itu, sesuai dengan namanya, flu babi berasal dari babi, baik yang masih hidup maupun sudah mati. Babi yang terinfeksi biasanya menunjukkan gejala berupa:

  • demam
  • batuk, yaitu bersuara seperti menggonggong
  • sulit bernapas
  • depresi dan terlihat tidak nafsu makan.

Walaupun demikian, tidak sedikit babi yang terinfeksi flu babi justru tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali. 

Dari jenis hewan perantara virus Anda dapat melihat perbedaan antara coronavirus COVID-19 dengan flu babi.

Akan tetapi, untuk saat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan satwa liar yang menjadi sumber virus COVID-19. 

5. Penularan wabah penyakit

wabah coronavirus

Terakhir, perbedaan antara coronavirus COVID-19 dengan flu babi adalah penularannya. Walaupun keduanya berasal dari hewan, pada flu babi dapat ditularkan melalui babi hidup dan babi yang sudah mati.

Selain itu, penularan flu babi juga dapat terjadi melalui pakan ternak dan benda mati yang terkontaminasi, seperti pakaian, pisau, peralatan dapur, dan sepatu. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved