Sains

Bagaimana Wabah Novel Coronavirus akan Berakhir?

Kendati angka infeksi dan kematian terus meningkat, sejumlah peneliti ternyata telah memprediksi skenario yang mungkin menjadi akhir dari wabah novel

HelloSehat
Kekhawatiran Virus Corona 

2019-nCoV adalah bagian dari kelompok virus yang disebut coronavirus. Para ilmuwan sejauh ini telah menemukan tujuh tipe coronavirus pada manusia.

Beberapa tipe hanya menyebabkan pilek dan flu, tapi ada pula yang memicu masalah pernapasan parah.

Wabah novel coronavirus mungkin tidak memiliki akhir, tapi infeksi ini bisa saja menjadi penyakit musiman seperti halnya pilek dan flu. Virus flu bertahan lebih lama pada suhu dingin.

Begitu memasuki musim panas atau kemarau, angka infeksi mungkin menurun karena virus menjadi lebih lemah.

2. Novel coronavirus menjadi penyakit yang ringan

Coronavirus adalah virus yang sangat mudah mengalami mutasi. Selain membuat virus menjadi lebih kuat, mutasi juga bisa melemahkan virus.

Mutasi mungkin akan membuat novel coronavirus menjadi lebih lemah sehingga pasien hanya akan mengalami gejala mirip flu.

Walau demikian, kemungkinan ini diragukan oleh Stephen Morse, ahli epidemiologi dari Columbia University, AS.

Menurutnya, novel coronavirus bisa saja menjadi virus yang mirip dengan virus penyebab pilek, tapi ini bukan akhir dari wabah dan prosesnya akan memakan waktu lama.

Teori 2: Infeksi menurun dengan sendirinya

desinfektan-coronavirus

Wabah 2019-nCoV sangat mirip dengan wabah SARS. Selain sama-sama berasal dari kelelawar, kedua virus juga memiliki 80% kemiripan pada DNA.

Para ilmuwan menduga bahwa akhir wabah novel coronavirus juga akan sama dengan wabah SARS.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved