Sains

4 Risiko Makan Daging Babi Bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui

International Journal of Environmental Research and Public Health, menyebut konsumsi daging babi salah satu penyebab tingginya kanker hati di didunia.

Shutterstock
Kandang Babi 

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, infeksi hepatitis E bisa mengakibatkan penyakit 

miokarditis (peradangan pada otot jantung), pankreatitis akut (peradangan pada pankreas), gangguan neurologis (masalah pada otak dan sistem saraf).

Kelainan darah, hingga gangguan muskuloskeletal (menyerang sendi, otot, saraf, ligamen, dan tulang belakang).

4. Cacingan

spasminal obat apa

Makan daging babi yang sudah terkontaminasi larva cacing trichinella bisa menyebabkan cacingan atau penyakit trikinosis.

Bukan itu saja, Anda juga dapat terkena infeksi taeniasis yang disebabkan oleh larva dari cacing pita Taenia solium

Semua infeksi cacing tersebut biasanya didapat ketika Anda makan daging babi yang masih mentah atau belum matang sempurna. 

Pasalnya, parasit cacing tersebut cenderung sulit mati meski sudah melalui proses pemasakan. Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak himbauan untuk tidak memakan daging hewan ini yang masih setengah matang. 

Ketika Anda mengalami trikinosis, Anda mungkin mengalami sakit perut, diare, kelelahan, mual, dan muntah.

Bahkan, seminggu setelah makan daging yang terinfeksi, cacing betina dewasa sekarang di dalam tubuh Anda menghasilkan larva yang memasuki aliran darah Anda dan akhirnya masuk ke otot atau jaringan lainnya.

Begitu serangan cacing terjadi, gejala infeksi meliputi sakit kepala, demam tinggi, kelemahan umum, sakit otot dan nyeri tekan, mata merah (konjungtivitis), sensitivitas terhadap cahaya, dan pembengkakan kelopak mata atau wajah.

Adakah cara mencegah risiko buruk dari daging babi?

Jika ingin makan daging babi, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini sebelum mengolah, memasak, atau mengonsumsinya agar tetap aman bagi Anda. 

  • Pilih daging yang segar, bukan yang olahan dan sudah dikemas di pabrik untuk menghindari risiko kanker.
  • Saat memasak daging, gunakan termometer daging untuk memastikan suhu itu mencapai suhu yang tepat, yang dapat membunuh bakteri berbahaya. Pastikan Anda memasak sampai suhu paling tidak 71 derajat Celsius.
  • Pisahkan daging ini dari makanan mentah lainnya di dapur untuk menghindari kontaminasi.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air yang mengalir setelah memegang daging ini.

Pilih daging babi dan produk daging lainnya yang diternak tanpa menggunakan obat-obatan.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membeli daging organik bersertifikat, dari hewan yang dibesarkan tanpa antibiotik atau ractopamine.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved