Sains

4 Risiko Makan Daging Babi Bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui

International Journal of Environmental Research and Public Health, menyebut konsumsi daging babi salah satu penyebab tingginya kanker hati di didunia.

Shutterstock
Kandang Babi 

Jika masuk ke dalam tubuh manusia, bakteri ini bisa menyebabkan demam dan penyakit pada saluran pencernaan.

Gejala yang muncul seperti diare, muntah, dan kram perut.

Selain itu, daging hewan bertubuh gemuk ini juga cukup sulit dicerna. Saat Anda makan daging ini, dibutuhkan waktu sekitar enam jam bagi sistem pencernaan untuk mengolah dan mencerna setiap potongannya.

Itu sebabnya, konsumsi daging hewan yang satu ini bisa memperlambat proses pencernaan tubuh.

Bukan hanya itu saja, masih ada beberapa risiko lainnya yang perlu Anda waspadai sebelum makan daging ini. Berikut beberapa risikonya:

1. Kanker kolorektal

menolak pengobatan kanker

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, daging babi olahan yang diproses seperti ham, bacon, dan sosis bisa menjadi salah satu pemicu kanker.

Periset menemukan bahwa mengonsumsi 50 gram olahan daging ini setiap hari bisa meningkatkan risiko terserang kanker kolorektal. 

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum.

Salah satu gejala yang paling terlihat yakni diare, sembelit, sakit perut setelah buang air besar, keluar darah dari anus, tinja berwarna gelap, kram perut, penurunan berat badan drastis. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved