Wabah Penyaklit

3 Wabah Flu yang Paling Mematikan di Dunia

Virus H2N2 kemudian digolongkan menjadi subtipe dari virus Influenza A. Pada tahun 1957, kasus flu ini menewaskan hingga 2 juta orang di Asia.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Gunakan masker untuk meminimalisir penyebaran flu 

3 Wabah Flu yang Paling Mematikan di Dunia

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI -  Flu adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit yang gejalanya bikin batuk, bersin, dan pilek ini sebetulnya cukup mudah diobati dengan minum obat.

Namun tahukah Anda, sekitar seratus tahun lalu penyakit flu termasuk wabah mematikan yang menelan hingga ratusan ribu korban jiwa di berbagai belahan dunia? Apa yang membuat influenza dulu mematikan?

Sejarah kasus wabah flu di dunia

Di zaman sekarang ini, flu terbilang sebagai penyakit menular yang cukup ringan dan bisa cepat disembuhkan. Berbeda jauh dengan puluhan tahun lalu.

Catatan sejarah melaporkan ada tiga kasus wabah flu yang paling terkenal mematikan di dunia, dan terjadi di abad ke 20; yakni di tahun 1918, 1957, dan 1968. Ketiga kasus wabah influenza tersebut masing-masing dikenal sebagai flu Spanyol, flu Asia, dan flu Hongkong.

Jika ditotal, angka kematian dari ketiga pandemik ini dapat mencapai 100 juta lebih jiwa.

Flu Spanyol adalah salah satu wabah penyakit menular yang paling mematikan dalam sejarah dunia. Sampai saat ini awal mula terjadinya pandemik flu Spanyol masih diperdebatkan.

Namun, yang sudah pasti diketahui adalah flu Spanyol disebabkan oleh virus H1N1. Virus H1N1 itu sendiri merupakan subtipe dari virus influenza tipe A, yang menjadi cikal bakal wabah Flu Babi pada tahun 2009 silam.

Pandemik influenza di Spanyol yang terjadi di tahun 1918 dilaporkan menjangkit setidaknya 40 juta orang, dan hampir 100 juta orang tewas akibat virus ini.

Uniknya, pemeriksaan postmortem pada waktu itu menemukan adanya tanda infeksi bakteri di paru-paru.

2. Flu Asia tahun 1950-an

Setelah sempat mewabah di Eropa tahun 1918, penyebaran kasus flu baru kembali marah pada tahun 1930 sampai tahun 1950-an di benua Asia.

Kali ini, masyarakat dunia dihadapkan oleh jenis virus influenza yang sepenuhnya baru dan sama sekali belum pernah diketahui asal-usulnya.

Ilmuwan kemudian menyimpulkan bahwa jenis virus yang mendalangi wabah flu Asia adalah virus H2N2. Virus ini adalah spesies baru dari campuran virus yang berasal dari burung dan manusia. 

Keberadaan virus H2N2 pertama kali dilaporkan di Singapura pada Februari 1957, di Hongkong pada April 1957, dan di beberapa negara bagian Amerika Serikat pada musim panas 1957.

Virus H2N2 kemudian digolongkan menjadi subtipe dari virus Influenza A.

Pada tahun 1957, kasus flu ini menewaskan hingga 2 juta orang di Asia.

3. Flu Hongkong tahun 1968

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL).
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL). (AFP)

Pada tahun 1968, pandemik influenza baru muncul di kawasan Asia Tenggara dan Hong Kong. Pandemik 1968 diprakarsai oleh kemunculan virus yang dikenal sebagai subtipe influenza A H3N2 (juga disebut virus flu Hong Kong).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved