Faktanya

Bolehkah Memberi Makanan Pedas untuk Anak?

Banyak bayi siap untuk makanan padat sejak usia 4 sampai 6 bulan, dan orangtua sering beralih ke MPASI tradisional seperti sereal bayi dan bubur bayi

net
Balita suka makan pedas 

Bolehkah Memberi Makanan Pedas untuk Anak?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Kita hidup dalam masyarakat di mana orang-orang berpikir bahwa makanan bayi harus hambar dan lembek.

Banyak bayi siap untuk makanan padat sejak usia 4 sampai 6 bulan, dan orangtua sering beralih ke MPASI tradisional seperti sereal bayi dan bubur bayi lainnya.

Makanan hambar tidak buruk untuk bayi, tapi terlalu banyak konsumsi makanan yang itu-itu saja dapat menghalangi mereka dari asupan nutrisi penting dan menyebabkan anak jadi picky eater.

Sebagian anak menyukai rasa pedas
Sebagian anak menyukai rasa pedas (Shutterstock)

Dr David Ludwig, spesialis gizi pediatrik dari Rumah Sakit Anak Boston, dikutip dari NBC News mengatakan beberapa studi menunjukkan beras dan sereal gandum lainnya yang melalui proses pabrik rumit bisa menjadi salah satu makanan terburuk untuk bayi.

“Makanan ini dalam aspek tertentu tertentu tidak jauh berbeda dari menambahkan gula ke susu formula. Mereka tercerna sangat cepat dalam tubuh menjadi gula, meningkatkan gula darah dan insulin” dan dapat menyebabkan masalah kesehatan kemudian, termasuk obesitas, katanya.

Bolehkah anak kecil makan makanan pedas?

Balita suka makan pedas
Balita suka makan pedas (net)

Sebenarnya tidak melulu harus memberikan anak makanan hambar dengan alasan takut menimbulkan alergi atau membuat anak jadi sakit perut.

“Gagasan bahwa bayi harus makan hanya makanan hambar adalah mitos yang entah bagaimana menjadi norma budaya kita,” kata Susanna Block, dokter anak asal Seattle sekaligus pemilik World Baby Foods, perusahaan makanan bayi, dilansir dari Baby Center.

“Sama sekali tidak ada sains di baliknya.” Jadi, jangan takut untuk mencoba memberikan makanan pedas untuk anak. 

Membumbui makanan anak dengan rempah dan bumbu dapur dapat membantu memperkaya palet lidahnya untuk mengenali dan menerima berbagai rasa saat ia bertumbuh dewasa, juga memberikannya pasokan properti antioksidan yang baik bagi tubuhnya — asal Anda tahu batasannya.

Kapan boleh mulai memberikan makanan pedas untuk anak?

Ilustrasi: memberi makan bayi
Ilustrasi: memberi makan bayi (HelloSehat)

Ada perbedaan antara rempah-rempah pedas, dan yang aromatik. Rempah aromatik — seperti kayu manis, pala, bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar, dan jintan — boleh-boleh saja untuk diperkenalkan kepada anak sejak dini, bahkan setelah ia mencapai 6 bulan.

Jadi, taburi sejumput kayu manis bubuk ke dalam bubur oats si kecil, misalnya, atau tambahkan sedikit bawang putih tumbuk untuk pastanya saat makan siang nanti. (Jangan tambahkan garam atau gula, ya!)

Tapi tunggu setidaknya sampai ia berusia satu tahun sebelum Anda mengenalkan rempah-rempah yang lebih kuat dalam menu makan anak, seperti kari atau cabe.

Anak-anak usia kurang dari satu tahun baru saja terbiasa dengan makanan dasar dan masih sangat rentan terhadap reaksi makanan dan kepekaan. 

Rasa pedas dari makanan pedas bukanlah bagian dari rasa, melainkan melibatkan stimulasi reseptor nyeri, dan bayi mungkin memiliki reaksi yang lebih kuat dan asing terhadap rangsangan tersebut, yang mungkin menciptakan keenggganan.

Ada reseptor rasa sakit di lidah dan di usus yang dirangsang oleh makanan pedas dan panas — khususnya reseptor transient potensi vanilloid-1 (TRPV-1) di usus.

Capsaicin — bahan aktif dalam cabai yang membuatnya terasa pedas — bekerja dengan merangsang reseptor nyeri. Inilah yang menciptakan sensasi panas di lidah, rasa sakit di usus, dan pada beberapa orang, rasa sakit dan panas di sekitar area perianal saat buang air besar.

Orang-orang yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS) dapat memiliki reaksi buruk terhadap makanan pedas sebagai hasil dari stimulasi reseptor ini.

Pakar gastroenterologi berpendapat bahwa reseptor nyeri pada anak lebih mudah aktif daripada orang dewasa.

Di sisi lain, psikolog perilaku Alexandra W Logue, dilansir dari Independent, berpendapat, “Rasa sakit yang menyertai makanan pedas tampak berbahaya, tetapi sebenarnya aman.”

Ditambah lagi, banyak pakar menyatakan bahwa sebenarnya anak-anak di atas usia 6 bulan dapat menangani hampir sebagian besar sensasi rasa, dengan beberapa batasan: Berhati-hatilah jika Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga; memperkenalkan satu makanan di satu waktu dan amati ia untuk setiap potensi masalah; dan pastikan makanan Anda tidak membuatnya tersedak.

Bagaimana jika ibu menyusui makan pedas?

Menyusui bayi
Menyusui bayi (HelloSehat)

Mitos yang mengatakan bahwa “bayi juga dapat merasakan apa yang ibunya makan” memang didukung oleh bukti-bukti sains.

Jabang bayi dalam rahim dan mereka yang disusui ASI eksklusif bisa merasakan — dan beradaptasi dengan — apa yang Anda makan.

Beberapa pakar percaya, Anda mungkin telah mengangkat toleransi anak Anda untuk hal-hal pedas, dan ia akan lebih cenderung menyukai makanan pedas setelah mereka disapih jika Anda makan makanan pedas saat menyusui.

Hal ini karena ASI dapat berubah rasa, tergantung pada diet ibu. Jejak rasa dan zat makanan yang Anda nikmati meresap ke dalam ASI Anda.

Kenalkan anak dengan makanan pedas secara bertahap

Ilustrasi: peralatan makanan bayi harus steril, karena bayi masih rentan terhadap serangan bakteri dan virus dari luar.
Ilustrasi: peralatan makanan bayi harus steril, karena bayi masih rentan terhadap serangan bakteri dan virus dari luar. (Pexel)

Tidak ada daftar rempah-rempah spesifik yang harus dihindari oleh anak-anak kecil. Jika anak menunjukkan reaksi negatif, intoleransi, rewel,  atau tidak suka saat dikenalkan dengan makanan pedas, barulah hindari makanan itu.

Ketika Anda memperkenalkan rasa rempah yang kuat, buatlah porsi makanan yang dapat tolerir oleh anak Anda dalam jumlah kecil.

Dengan cara itu, jika ia mengeluhkan sakit perut, Anda akan dapat mengidentifikasi penyebabnya – dan bisa menghindarinya di masa depan.

Juga pikirkan tentang bagaimana si kecil biasanya bereaksi terhadap makanan baru. Jika anak Anda sensitif terhadap makanan baru, teruskan makanan dengan rasa yang lebih tawar untuk sementara waktu.

Meskipun jarang memicu alergi makanan, makanan pedas dapat mengiritasi sistem pencernaan dan menyebabkan refluks asam lambung.

Tapi, tidak ada alasan untuk tidak menawarkan makanan pedas untuk anak dan berpikir bahwa sesuatu yang pedas memiliki risiko bahaya yang lebih tinggi bagi bayi daripada untuk orang dewasa.

Kapasitas pencernaan bayi normal segera setelah lahir, sehingga perbedaan nafsu makan hanyalah perbedaan rasa, dan kemampuannya untuk mengunyah.

Setelah mereka terbiasa dengan makanan padat, mereka akan baik-baik saja dengan makanan pedas.

Bagi kebanyakan orang yang mengalami gangguan pencernaan saat makan makanan pedas, pada umumnya rempah-rempah bukan penyebab utamanya, melainkan minyak yang terkandung dalam makanan pedas.

Dari sudut pandang keamanan, pastikan untuk menggunakan rempah-rempah segar yang belum tersimpan di rak selama tiga atau lima tahun.

Orang cenderung menyimpan bumbu-bumbu dapur di rak untuk jangka waktu yang panjang, dan kemudian ada hal-hal yang berkembang di dalamnya.

Jika Anda ingin memberikan makanan pedas untuk anak, periksa tanggal kedaluwarsa. Tentu saja, keputusan akhir datang ke pilihan orangtua masing-masing.

Jika pikiran untuk menyediakan telur balado untuk balita Anda membuat Anda khawatir, Anda tidak sendirian. Lakukan apa yang menurut Anda baik untuk Anda dan anak Anda.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved