Caranya

Panduan Menghukum Anak yang Benar Sesuai Usia

Para psikolog anak sangat tidak menganjurkan untuk memberikan hukuman fisik, mengingat hukuman fisik akan memiliki dampak membahayakan untuk ana

Editor: Geafry Necolsen
net
Tidak ada orangtua yang ingin menghukum anak-anaknya, tapi cara ini diperlukan agar mereka belajar dari kesalahan 

Tahap ini, disebut tahap refleksi. Setelah waktu “timeout” berakhir, peluk anak, dan buat ia berjanji tidak akan mengulangi perilakunya. Hindari memukul anak sebagai bentuk hukuman.

Usia 3-7 tahun: selain menghukum, berikan juga penghargaan
Seiring bertambahnya usia anak, semakin pula ia mengerti bahwa setiap perilaku yang dilakukan memiliki konsekuensi tersendiri.

Sebelumnya, Anda harus menentukan hukuman apa yang bisa anak Anda dapatkan ketika ia tidak mau mendengarkan Anda.

Sebetulnya, metode “timeout” masih bisa dilakukan di usia balita hingga anak-anak seperti ini. Pastikan juga untuk tidak membawa anak Anda ke ruangan yang terdapat mainan atau televisi ketika ingin mendisiplinkannya. 

Diskusikan apa yang tidak boleh dilakukan, dan setelah ia berhasil tidak melakukannya, beri anak Anda pujian. Menghukum anak, isinya bukan hanya hukuman saja, tetapi juga mengakui perilakunya yang baik.

Contoh, Anda bisa mengatakan “Mama bangga sama adek, tadi adek sudah mau berbagi mainan dengan teman waktu di sekolah.”

Biasanya ucapan pujian ini lebih efektif daripada Anda marah dan menghukum anak ketika ia tidak mau berbagi mainan. Jangan lupa puji dengan kata-kata spesifik atas perilaku baik yang telah anak lakukan.

Usia 7-12 tahun: hindari menghukum sambil mengancam
Pada usia menginjak masa pra-remaja, berhati-hatilah untuk tidak menghukum anak dengan ucapan yang mengancam.

Contoh, mengancam akan membatalkan liburan, kalau anak Anda tidak mengerjakan PR-nya. Sayangnya, dengan ancaman tersebut, dikhawatirkan kepercayaan anak pada Anda akan menghilang.

Mengapa demikian?

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved