Caranya

Panduan Menghukum Anak yang Benar Sesuai Usia

Para psikolog anak sangat tidak menganjurkan untuk memberikan hukuman fisik, mengingat hukuman fisik akan memiliki dampak membahayakan untuk ana

Panduan Menghukum Anak yang Benar Sesuai Usia
net
Tidak ada orangtua yang ingin menghukum anak-anaknya, tapi cara ini diperlukan agar mereka belajar dari kesalahan 

Panduan Menghukum Anak yang Benar Sesuai Usia

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Hampir 70 persen orangtua pernah menghukum anak sendiri dengan hukuman fisik.

Padahal, para psikolog anak sangat tidak menganjurkan untuk memberikan hukuman seperti itu, mengingat hukuman fisik akan memiliki dampak membahayakan untuk anak dewasa nanti.

Tidak semua cara menghukum anak diterapkan di segala usia. Berbeda usia, berbeda cara menghukum, berbeda pula efektivitas serta dampaknya.

Menghukum anak sesuai usia
Setiap kali Anda ingin menghukum anak, cobalah untuk mengikuti garis besar seperti ini: Pertama, identifikasi dulu masalah yang dibuatnya, lalu Anda bisa jelaskan dampak dari perbuatannya.

Setelah Anda bisa ambil alih mood dan sikap anak, sarankan perilaku dan perbuatan yang lebih baik. Selain itu, Anda bisa menggambarkan hukuman yang akan diterima, dan mengatakan Anda mengharapkan perilaku yang lebih baik di waktu berikutnya.

Usia 0- 3 tahun dengan metode “timeout”
Perilaku kenakalan anak yang biasa terjadi di usia 2 tahun ke bawah contohnya adalah berteriak, menggigit, melempar benda, atau membuang-buang makanan.

Hal tersebut membuat Anda geram dan bingung untuk mendisiplinkannya. Anda bisa melakukan hukuman “timeout”, pada anak usia 0 hingga 3 tahun.

Lakukan “timeout” dengan cara membawa ke ruangan yang terbebas dari barang-barang yang dapat mengalihkan perhatiannya.

Lalu, buat anak duduk dan menenangkan dirinya, dan Anda bisa meninggalkan ruangan selama 1-2 menit.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Server
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved