Faktanya

Mencegah Kejang pada Bayi dengan Meminumkan Kopi, Fakta atau Mitos?

Jangan sekali-kali meminumkan kopi untuk bayi, meski katanya minum kopi bisa mencegah kejang pada bayi.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Bayi minum kopi 

Mencegah Kejang pada Bayi dengan Meminumkan Kopi, Fakta atau Mitos?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Banyak penelitian menemukan bahwa rutin minum kopi setiap hari sebenarnya sehat bagi orang dewasa.

Tapi jangan sekali-kali meminumkan kopi untuk bayi, meski katanya minum kopi bisa mencegah kejang pada bayi.

Tidak jelas apa yang menjadi dasar alasan kenapa orangtua harus meminumkan bayinya kopi untuk mencegah atau mengobati kejang.

Tapi yang pasti, kopi tidak dapat mencegah, apalagi mengobati kejang pada bayi. Meminumkan kopi pada anak justru akan membahayakan kesehatannya. 

Kafein dalam kopi bisa memicu jantung bayi berdetak tidak normal
Kejang terjadi akibat kelainan sinyal listrik pada otak sehingga terjadi gangguan pada gerakan, sensasi, kesadaran, atau perilaku ganjil tanpa disadari si empunya tubuh.

Otak manusia terdiri dari triliunan sel saraf yang saling terhubung dengan sinyal listrik yang disebut neurotransmitter.

Sinyal listrik ini tidak hanya terjadi di otak, tapi juga di otot sehingga otak dapat memerintahkan tubuh untuk bergerak. Gangguan pada neurotransmitter menyebabkan kejang.

Nah, kafein dalam kopi pada dasarnya berfungsi sebagai obat stimulan, untuk merangsang sistem saraf pusat yang bisa membuat seseorang merasa lebih melek dan energik.

Ini sebabnya orang dewasa yang jarang mengonsumsi kopi bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Tubuh anak kecil belum sematang tubuh orang dewasa, oleh karena itu tidak butuh banyak kafein untuk menghasilkan efek ini.

Sesendok teh kopi yang biasanya diminumkan orangtua untuk mencegah atau mengobati kejang pada bayi, bisa menampakkan efek yang sama seperti orang dewasa.

Masih mau minumkan kopi untuk mengatasi kejang pada bayi?

Jika “tradisi” ini diteruskan dalam waktu lama, tidak menutup kemungkinan bahwa efeknya akan meningkat. Ketika jantung anak berdenyut lebih cepat dari biasanya, ini disebut dengan takikardia.

Bayi yang mengalami takikardia biasanya memiliki denyut jantung lebih dari 160 detak per menit (bpm) ketika ia sedang berdiam diri.

Padahal, denyut jantung normal pada bayi seharusnya tidak melebihi 140 bpm. Ini bisa berlangsung selama detik, menit, atau bahkan berjam-jam.

Gejala takikardia meliputi rasa pusing, lemah, dan rasa tidak nyaman di dada. Namun kadang bisa sulit untuk membedakan gejala takikardia pada anak dengan keluhan lainnya yang lebih umum.

Kafein dosis tinggi justru bisa membuat gangguan jantung dan saraf anak semakin parah, dalam hal ini kejang yang dialaminya.

Tak hanya itu, kafein juga bisa membuat si kecil makin gelisah, sulit tidur, dan moodnya memburuk. Kafein dosis rendah sekalipun bahkan bisa membuat anak sakit kepala, sakit perut, atau bahkan diare.

Kafein juga bisa membuat anak Anda mengalami dehidrasi karena adanya peningkatan buang air kecil. Padahal kejang pada anak biasanya disebabkan oleh demam tinggi.

Selain memperburuk kejangnya, segala efek kafein ini juga dapat memperburuk kondisi yang mendasarinya.

Minumkan kopi untuk menangani kejang pada bayi akan membuatnya tersedak
Katanya, orangtua harus meminumkan satu-dua sendok kopi jika anak kejang. Namun ini adalah saran yang menyesatkan. Jangan menaruh apapun di mulut orang yang sedang kejang, karena ini justru berbahaya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved