Faktanya

Apa yang Terjadi Kalau Anak Kelebihan atau Kekurangan Asupan Garam?

Kelebihan konsumsi garam dalam makanan anak memicu meningkatnya tekanan darah, yang merupakan sumber penyakit, misalnya stroke dan penyakit jantung.

HelloSehat
Ilustrasi: Garam 

Apa yang Terjadi Kalau Anak Kelebihan atau Kekurangan Asupan Garam?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Tak lengkap rasanya menyantap makanan tanpa garam. Agar si kecil menyukai makanannya, tambahan garam tentunya bisa membuat cita rasa makanan makin lezat.

Namun, sebaiknya anak mengonsumsi garam sampai seberapa banyak dalam sehari? Apa yang akan terjadi kalau ternyata anak kekurangan atau kelebihan garam?

Simak informasi lengkap seputar garam untuk anak di bawah ini.

Rekomendasi asupan garam untuk anak

Bayi dan anak di bawah usia 11 tahun seharusnya mengonsumsi garam lebih sedikit dari orang dewasa. Bayi hanya membutuhkan garam dalam jumlah sangat sedikit, karena ginjal mereka terlalu muda untuk mencerna garam tambahan.

Oleh karena itu garam tidak boleh ditambahkan ke makanan yang dimasak untuk bayi Anda. ASI secara alami memenuhi semua kebutuhan nutrisi untuk bayi Anda.

Bayi Anda akan mendapatkan jumlah mineral yang tepat, termasuk garam dari ASI. 

Sedangkan untuk anak-anak, jumlah garam harian yang direkomendasikan setiap harinya disesuaikan dengan usia anak.

Menurut National Health Service, yaitu badan kesehatan resmi Inggris, berikut adalah anjuran konsumsi garam untuk anak yang ideal setiap harinya.

  • 1 – 3 tahun: 2 gram (setengah sendok teh) per hari
  • 4 – 6 tahun: 3 gram (setengah sendok teh lebih sedikit) per hari
  • 7 – 10 tahun: 5 gram (satu sendok teh) per hari
  • 11 tahun dan diatasnya: 6 gram (satu setengah sendok teh) per hari
Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved