Caranya

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Mengalami Step?

Kejang pada saat anak demam atau yang sering disebut step sering membuat orangtua khawatir.

kieferpix
Ilustrasi bayi 

Diduga faktor genetik juga berperan dalam kejadian kejang demam. Hal ini disebabkan adanya perbedaan ambang kejang pada anak, ada anak yang kejang saat suhu tubuh 38 derajat C, namun ada anak yang baru kejang saat suhunya di atas 40 derajat C.

Dapatkah kejang demam terjadi berulang?

Pada sebagian kasus, kejang demam pada anak dapat berulang. Kemungkinan kejang berulang terutama pada tahun pertama, dan faktor risiko yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:

  • Riwayat kejang demam dalam keluarga
  • Usia kurang dari 12 bulan
  • Temperatur yang rendah saat kejang
  • Cepatnya kejang setelah demam

Apabila ditemukan faktor-faktor di atas, maka kemungkinan kejang demam berulang sekitar 80%, sedangkan apabila tidak ditemukan faktor risiko, maka kemungkinan berulang sebesar 10-15%.

Apakah kejang demam berbahaya?

Sampai saat ini tidak ada laporan kematian anak yang disebabkan kejang demam. Kecacatan sebagai komplikasi kejang demam juga tidak pernah dilaporkan.

Perkembangan mental dan kecerdasan umumnya tetap normal pada anak yang memang terlahir normal, meski pernah mengalami kejang demam.

Kejang demam biasanya menghilang dengan sendirinya saat anak berusia 5 tahun. Kejadian epilepsi terjadi pada  kurang dari 5% anak dengan kejang demam, dan umumnya pada anak-anak ini terdapat faktor risiko lain, seperti:

  • Adanya kelainan perkembangan atau kecerdasan yang jelas sebelum terjadinya kejang demam pertama
  • Kejang demam kompleks
  • Riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung

Setiap faktor risiko di atas meningkatkan kemungkinan terjadinya epilepsi sebesar 4-6%. Apabila ditemukan semuanya, kemungkinan epilepsi meningkat sampai 10-49%.

Tidak semua kejang yang disertai demam adalah kejang demam. Apabila kejang terjadi di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun, atau setelah kejang anak tetap tidak sadar, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyebab lain kejang seperti meningitis, ensefalitis, atau epilepsi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved