Faktanya

Nonton TV Terlalu Dekat, Tidak Menyebabkan Kerusakan Mata, Ini Faktanya

Stigma “menonton tv terlalu dekat akan merusak mata” masih tetap hidup sampai hari ini.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Nonton Televisi dari jarak dekat tidak akan merusaka mata 

Nonton TV Terlalu Dekat, Tidak Menyebabkan Kerusakan Mata, Ini Faktanya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Ketika Anda masih kecil, orangtua Anda mungkin sibuk menasehati jika Anda tetap saja bandel — untuk jangan menonton TV terlalu dekat, karena jika tidak mata Anda akan rusak.

Petuah ini menempel erat dalam benak Anda hingga dewasa dan kini, sebagai orangtua, Andalah yang ‘bertugas” memperingatkan anak-anak Anda untuk tidak duduk terlalu dekat dengan layar televisi.

Pernahkah Anda bertanya-tanya, darimanakah asal muasal petuah ini dan apakah nasehat turun-temurun leluhur ini mengandung sedikit saja kebenaran?

Berawal dari TV cembung zaman dulu
Sebelum tahun 1950-an, banyak televisi layar cembung diketahui memancarkan sinar radiasi tingkat tinggi berasal dari tabung sinar katoda di dalamnya, hingga 10,000 kali lipat lebih tinggi daripada batas aman.

Akibatnya, setelah paparan berkelanjutan dan berulang, radiasi ini dapat meningkatkan risiko masalah penglihatan pada sebagian besar orang.

Anjuran dari pihak berwenang untuk mengatasi kepanikan ini adalah dengan menjaga jarak duduk dari layar TV. Selama Anda duduk agak menjauh dan tidak menonton TV lebih dari satu jam atau terlalu dekat, Anda akan aman.

Sejumlah pabrik televisi dengan cepat menarik produk ‘cacat’ mereka dan memperbaikinya, namun stigma “menonton tv terlalu dekat akan merusak mata” masih tetap hidup sampai hari ini.

Para ilmuwan zaman modern dapat memastikan bahwa peringatan kuno ini benar-benar sudah usang. Tidak ada bukti sains bahwa menonton tv terlalu dekat akan menyakiti mata — baik pada anak maupun orang dewasa.

Selain itu, kini perangkat televisi modern dirancang dengan perisai kaca bertimbal yang kuat, sehingga radiasi sinar tidak lagi menjadi masalah.

Anak menonton TV terlalu dekat, mungkin karena ia memang sudah rabun
Anak-anak pada umumnya memiliki kebiasaan membaca buku atau duduk tepat di depan layar TV, karena keinginan untuk memenuhi penglihatan periferal mereka dengan gambar yang ada di layar TV.

Hal ini tidak memerlukan kekhawatiran khusus. Mata anak didesain sedemikian rupa untuk dapat fokus dalam jarak pendek lebih cepat dan lebih baik daripada mata orang dewasa. Kebiasaan ini biasanya akan berangsur berkurang saat mereka tumbuh dewasa.

Menonton TV terlalu dekat tidak akan membuat anak menjadi rabun jauh, namun mungkin anak Anda duduk terlalu dekat dengan layar TV karena ia mengidap rabun jauh dan tidak pernah terdiagnosis sebelumnya — bukan akibat radiasi televisi.

Jika anak Anda terbiasa duduk terlalu dekat dengan TV hingga mengkhawatirkan Anda, terutama mereka yang duduk sangat dekat dan/atau menonton dari sudut yang aneh, periksakan matanya ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis tepat.

Skenario terburuknya, duduk terlalu dekat dengan layar TV di zaman modern ini hanya akan memberikan Anda sakit kepala dan kemungkinan sindrom mata lelah.

Kedua hal ini dapat menjadi masalah bagi anak, yang sering menonton TV sambil berbaring di lantai. Menonton TV sambil mendongak akan menyebabkan otot mata semakin rentan regang dan kelelahan daripada memandangi TV dalam posisi layar sejajar pandangan mata atau melihat ke bawah (hal yang sama juga berlaku pada monitor komputer atau gadget elektronik lainnya).

Sindrom mata lelah juga bisa terjadi saat menonton TV atau memandangi layar komputer dalam cahaya layar yang lebih redup daripada pencahayaan ruangan.

Untungnya, kelelahan mata bukan kondisi permanen dan tidak mengancam keselamatan anak. Mata lelah dapat dengan mudah diatasi: matikan TV.

Sebaiknya segera ajak anak Anda untuk beranjak dari tempat duduknya di depan TV saat ini dan lakukan aktivitas produktif lainnya, karena tampaknya efek terburuk dari menonton TV tidak terletak pada kesehatan mata, dan mungkin berasal dari terlalu sering dan lama menonton televisi, tidak peduli jauh-dekat jarak layar.

Namun, menonton tv terlalu lama tetap tak baik bagI kesehatan mata
Anak yang menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar dan tidak aktif secara fisik memiliki penyempitan pembuluh darah di dalam mata, menurut sebuah temuan studi asal Australia yang dilansir dari NY Times.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved