Faktanya

Ludah Menyembuhkan Luka, Mitos atau Fakta?

Anjing dapat menyembuhkan lukanya dengan menjilat. Tapi, apakah ludah manusia sama “ajaibnya” dengan air liur anjing?

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Ilustrasi 

Ludah Menyembuhkan Luka, Mitos atau Fakta?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Secara insting, hewan akan menjilat anggota tubuhnya yang terluka, contohnya anjing.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Benjamin L. Hart dan Karen L. Powell, air liur anjing mengandung antiseptik yang dapat digunakan untuk mematikan bakteri E. coli dan Streptococcus.

Ternyata, perilaku ini tidak hanya dilakukan oleh anjing, manusia secara insting juga menjilat lukanya agar cepat sembuh.

Tapi, apakah ludah manusia sama “ajaibnya” dengan air liur anjing?

Histatin, kandungan yang ada di dalam ludah manusia
Walaupun saliva manusia tidak memiliki kandungan epidermal growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang tinggi seperti yang ada pada hewan pengerat (kedua kandungan ini dipercaya mampu membuat luka lebih cepat sembuh), saliva manusia terbukti memiliki kandungan histatin.

Histatin sendiri tidak hanya berfungsi sebagai zat antijamur, tapi juga memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Fakta ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Jia J., Sun Y., Yang H., dkk yang diterbitkan dalam jurnal PUBMED pada tahun 2012.  

Penelitian ini dilakukan kepada kelinci dewasa, yang dibuatkan luka sebesar 2.5 x 2.5 cm pada punggungnya.

Penelitian ini menerapkan 3 kondisi berbeda untuk melihat durasi dan proses penutupan luka yang terjadi. Tiga kondisi tersebut adalah pemberian zat yang berbeda untuk melihat efektivitasnya dalam penyembuhan luka.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved