Faktanya

Sunat untuk Wanita, Perlu atau Tidak? Ini Faktanya

Sunat pada bayi perempuan di beberapa negara lain dikerjakan sebagai female genital mutilation (FGM) atau mutilasi genital perempuan.

Shutterstock
ilustrasi tim bedah 

Sunat untuk Wanita, Perlu atau Tidak? Ini Faktanya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Sunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi umumnya dilakukan kepada kaum pria.

Pada pria, tindakan ini dijalankan dengan cara membuang sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari glans penis.

Lalu bagaimana dengan wanita?

Tidak ada rekomendasi Menurut penjelasan dr. Ireska T. Afifa dalam artikelnya yang terbit di laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari segi medis, sebenarnya tidak ada rekomendasi rutin untuk melakukan tindakan sunat terhadap bayi bayi perempuan.

Dia menerangkan tindakan sunat pada bayi perempuan biasanya dilakukan dengan memotong atau sedikit melukai kulit penutup (prepusium) klitoris.

Sementara tidak semua anak perempuan mempunyai prepusium sehingga sunat tidak perlu dilakukan pada setiap wanita.

Pemerintah juga telah mengeluarkan Permenkes No. 6 tahun 2014 untuk mencabut Permenkes No. 1636/Menkes/PER/XI/2010 mengenai Sunat Perempuan.

Permenkes tersebut menyatakan sunat pada perempuan bukan merupakan tindakan kedokteran karena pelaksanaannya tidak berdasarkan indikasi medis dan belum terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

dr. Ireska T. Afifa yang menulis artikel dengan narasumber dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A (K), menerangkan sunat pada bayi perempuan juga dilakukan di beberapa negara lain.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved