Faktanya

Dari Asia, Amerika dan Eropa Terinfeksi, Benarkah Indonesia Kebal Virus Corona?

Apakah Indonesia kebal dengan virus ini? Atau seperti dugaan WHO dan Harvard University yang menduga, Indonesia tidak mampu mendeteksinya?

Dok Kementerian Luar Negeri
Apakah Indonesia kebal dengan virus ini? Atau seperti dugaan WHO dan Harvard University yang menduga, Indonesia tidak mampu mendeteksinya? 

Dari Asia, Amerika dan Eropa Terinfeksi, Benarkah Indonesia Kebal Virus Corona?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Puluhan negara telah mengonfirmasi terinfeksi oleh virus corona. Virus ini dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.000 nyawa dan menjangkiti 4.000 orang lainnya dari berbagai negara. Terbanyak dari Cina, lokasi pertama virus itu muncul.

Negara tentangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Filipina juga sudah terjangkit virus ini. Namun mengapa hingga kini, virus ini berlum terdeteksi menyerang di dalam negeri.

Apakah Indonesia kebal dengan virus ini? Atau seperti dugaan World Healt Organization (WHO) dan ahli dari Harvard University yang menduga, Indonesia tidak bisa mendeteksi virus ini?

Siswanto, Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung buka suara. 

Siswanto mengatakan, penelitian yang dilakukan ahli Harvard itu hanya berdasarkan kalkulasi matematis dan belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Penelitian Harvard itu model matematik untuk memprediksi dinamika penyebaran novel corona virus berdasarkan seberapa besar orang lalu lalang," kata Siswanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2/2020) dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com.

Siswanto menyebut, berdasarkan hitungan matematis tersebut, harusnya terdapat 6-7 kasus positif virus Corona di Indonesia.

Namun Siswanto menegaskan sampai hari ini, belum ada satu kasus yang dinyatakan positif corona berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium Litbang Kemenkes.

Dari 62 kasus, Kemenkes sudah melakukan uji laboratorium terhadap 59 kasus.

Tak satupun dari spesimen tersebut yang positif corona. Adapun 3 spesimen lainnya saat ini masih diteliti.

"Kalau diprediksi harusnya ada 6 kasus, ternyata sampai hari ini tidak ada, ya harusnya justru kita bersyukur. Kita sudah teliti dengan benar. Itu (penelitian ahli Harvard) hanya prediksi saja," kata dia.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved