Faktanya

Makan Mie Instan Pakai Nasi, Sehat atau Tidak?

Meski makan mie instan pakai nasi bikin perut lebih kenyang, tapi sehat atau tidak kalau mencampurkan mie instan dengan nasi?

Editor: Geafry Necolsen
youtube
Ilustrasi mie instan plus nasi 

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Apakah kamu termasuk orang yang punya kebiasaan makan mie instan pakai nasi?

Umumnya, orang menambahkan nasi dalam satu mangkuk mie instan agar rasa mie instan lebih lezat atau makan pakai mie saja kurang kenyang.

Berapa Banyak Telur Boleh Dikonsumsi Anak Dalam Sehari?

Mana yang Lebih Sehat: Telur Mentah Atau Telur Matang?

Lebih Sehat Mana, Telur Ayam Kampung atau Telur Ayam Ras?

Katanya, Micin Bikin Bodoh, Mitos atau Fakta?

Meski makan mie instan pakai nasi bikin perut lebih kenyang, tapi sehat atau tidak kalau mencampurkan mie instan dengan nasi? Berikut penjelasannya. 

Nutrisi yang terkandung dalam mie instan

Setiap merek mie instan punya bahan-bahan berbeda, tapi kebanyakan dari mereka memiliki bahan yang sama dan sering dipakai.

Melansir dari Healthline, mayoritas mie instan tinggi karbohidrat, lemak, sodium, kalori, protein dan beberapa mikronutrien.

Risiko makan mie instan pakai nasi:

Kelebihan karbohidrat

Kandungan karbohidrat yang tinggi dari kedua makanan ini, membuat kombinasi mie instan dan nasi memberi dampak buruk untuk tubuh.

Melansir dari Medicpole, karbohidrat memiliki sifat yang mengenyangkan dalam waktu singkat. Sehingga, Anda tidak ingin makan lagi dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi.

Pasalnya, tubuh tidak hanya butuh karbohidrat, tapi juga protein, lemak, dan mineral lainnya. Ketidakseimbangan nutrisi akan membuat Anda berisiko mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.

Kombinasi mie instan dan nasi menghasilkan 750 kalori hanya dari karbohidrat dan ini tidak sehat untuk tubuh.

Ketika Anda makan mie instan pakai nasi dan karbohidratnya masuk ke dalam tubuh, makanan ini akan dicerna menjadi gula dan meningkatkan hormon insulin.

Hormon ini berperan menciptakan energi dalam tubuh yang dihasilkan dari gula, tapi kalau terlalu banyak gula dari karbohidrat, hormon insulin tidak bisa memproduksi semuanya.

Sehingga sisa hormon insulin ini memicu diabetes. 

Memicu kerusakan hati

Ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang berlebihan, karbohidrat masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi zat lain.

Misalnya, Anda kekurangan lemak, maka karbohidrat berubah menjadi lemak. Pemrosesan lemak akan dipindahkan ke hati sebagai sistem pendukung pencernaan.

Lemak baik akan bermanfaat untuk tubuh, tapi bagaimana bila justru lemak jahat yang menumpuk di liver? Tentu ini akan memicu kerusakan fungsi hati.

Membuat perut buncit

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved