Faktanya

Sarapan Pagi, Perlu atau Tidak? Ini Faktanya

Bahkan riset para peneliti Harvard University menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi kecenderungannya hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan

Editor: Geafry Necolsen
Nakita
Ilustrasi: sarapan 

Sarapan Pagi, Perlu atau Tidak? Ini Faktanya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - FAKTA menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada yang selalu mengawali hari dengan keadaan perut kosong.

Mereka mengira tidak punya cukup waktu untuk sarapan atau pun berpikir bahwa kebiasaan makan pagi hanya akan membuat badan gemuk.

Waspada, 6 Bahaya Minum Teh Setelah Makan

Saat Stres, Seseorang Cenderung Konsumsi Makanan Manis, Ini Sebabnya

5 Makanan untuk Meminimalkan Jet Lag

Kedua anggapan itu tidaklah benar adanya.

Bahkan riset para peneliti Harvard University menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi kecenderungannya hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang melupakan sarapan.

Nah, supaya Anda lebih paham manfaatnya, berikut adalah penjelasan mengapa sarapan memberi kebaikan bagi tubuh serta tips bagaimana menjadikannya sebagai gaya hidup :

1. Sarapan penuhi nutrisi yang dibutuhkan.

Menunda sarapan membuat Anda sulit memperoleh asupan nutrisi dan vitamin yang direkomendasikan.

Menu sarapan seperti sereal dengan susu atau yogurt rendah lemak plus granula akan memberi cukup kalsium dan serat.

2. Sarapan bisa menurunkan berat badan.

Ketika Anda beraktivitas dengan perut kosong, tubuh akan membakar kalori dengan lambat untuk menyediakan kalori.

Makan pagi setelah perut kosong semalaman, kata ahli nutrisi penulis buku The F-Factor Diet Tanya Zuckerbrot, R.D., akan meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien.

Namun Zuckerbrot menekankan bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang Anda konsumsi.

Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat akan membuat glukosa meningkat kemudian turun drastis.

Ini juga menyebabkan Anda merasa lapar pada jam 11-an. Cara yang lebih baik adalah konsumsilah makanan berkarbohidrat kompleks seperti oatmeal datau roti gandum murni.

Makanan dengan tinggi serat dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat Anda tdak cepat lapar.

3. Sarapan tingkatkan kemampuan otak.

Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yag selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi ketimbang rekannya yang melewatkan sarapn.

Ketika Anda bangun pagi, sebagian besar energi - dalam bentuk glukosa dan glikogen - telah habis terkuras oleh aktivitas sehari sebelumnya.

Menurut para ahli, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa glukosa yang cukup, Anda merasa lelah dan berkunang-kunang.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved