Sejarah

Kisah Fatmawati, Teteskan Air Mata Saat Menjahit Merah Putih

Fatmawati mendapatkan tugas untuk menjahit bendera Merah Putih. Sejumlah kutipan Fatmawati yang cukup heroik ditulis oleh Bondan Winarno (2003).

Kompas
Ibu Fatmawati ketika sedang menjahit bendera Merah-Putih yang akhirnya menjadi Bendera Pusaka, bulan Oktober 1944 

Perjuangannya menjahit dua kain katun halus itu menunjukkan sumbangsih seorang perempuan Indonesia yang ikut memperjuangkan nasib bangsanya.

Fatmawati telah mengisi kepingan besar perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bendera yang telah dijahit dengan susah payah dan tetesan air mata itu kini menjadi Bendera Pusaka sekaligus simbol nasionalisme yang selalu dibentangkan oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini dan ke depannya.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved