Kesehatan

Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi?

Kopi memang minuman favorit sejuta umat yang biasa dinikmati saat pagi hari atau nongkrong bersama teman.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi: Kopi dan biji kopi 

Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Kopi sudah lama menjadi teman setia bagi para traveler di sluruh dunia. Namun di belakang sana, juga berkembang tentang fakta dan mitos seputar kopi.

Kopi memang minuman favorit sejuta umat yang biasa dinikmati saat pagi hari atau nongkrong bersama teman. Ketika rasa kantuk melanda di tengah pekerjaan yang menumpuk, kopi juga bisa menjadi solusi.

Sayangnya, kopi digadang-gadang sebagai salah stau pemicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Ya, kopi memang mengandung kafein yang merupakan salah satu stimulan.

Stimulan merupakan zat yang meningkatkan aktivitas pada sistem saraf pusat sehingga kita merasa lebih sadar, fokus, dan waspada.

Mitos atau Fakta, Bangun Pagi Lebih Sehat Daripada Bangun Siang?

Mandi Air Dingin atau Air Panas, Mana yang Lebih Baik?

Mana yang Lebih Sehat, Minum Teh atau Kopi?

 

Namun, peningkatan aktivitas ini juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang mungkin meningkatkan tekanan darah dan mengubah suplai darah ke jantung.

Lantas, apakah benar minum kopi dapat meningkatkan tekanan darah? Melansir laman Healthline, kopi memang dapat meningkatkan tekanan darah hingga tiga jam setelah dikonsumsi.

Namun, jika kita meminumnya secara teratur, efek ini berkurang. Bagi orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi, penelitian saat ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi setiap hari tidak memiliki dampak yang signifikan pada tekanan darah atau risiko penyakit jantung.

Namun, konsumsi kafein berlebihan memang tidak diperbolehkan. Melansir laman SehatQ, minum kopi berlebihan bisa menyebabkan hal-hal berikut:

  • Meningkatkan rasa cemas Insomnia Kerusakan otot Jantung berdetak cepat
  • Kecanduan
  • Sakit kepala

Batas aman konsumsi kopi

Berdasarkan riset yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, batas aman konsumsi kopi per hari adalah tidak lebih dari enam cangkir kopi.

Konsumsi kopi yang berlebihan biasanya membuat seseorang merasakan gejala-gejala seperti migrain, insomnia, mudah marah, detak jantung yang cepat, tremor otot, dan sulit mengontrol rasa ingin buang air kecil.

Jika gejala di atas sudah terjadi, segera hentikan konsumsi kopi, pada hari itu. Saat dikonsumsi dalam batas wajar, kopi bisa membantu kita bekerja lebih optimal.

Hal ini terjadi karena kafein dalam kopi akan mengurangi adenosin, yaitu senyawa alami tubuh yang membuat kita mengantuk.

Kopi juga mengandung antioksidan yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas, serta melawan penyakit yang menyerang tubuh.

Minum kopi dalam jumlah yang wajar juga bisa menghidarkan kita dari risiko penyakit parkinson, alzheimer, sindrom demensia, serta penyakit diabetes tipe 2.

Selain itu, senyawa bioaktif dalam kopi juga membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved