Sains

Orang Mesir Kuno Gunakan Roti Berjamur untuk Atasi Luka, Di Zaman Modern DIsebut Antibiotik

Ternyata, fenomena ini telah lama diketahui oleh masyarakat Mesir Kuno. Penyembuhan luka yang terinfeksi dengan meletakkan roti berjamur di atas luka

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Antibiotik 

Orang Mesir Kuno Gunakan Roti Berjamur untuk Atasi Luka, Di Zaman Modern DIsebut Antibiotik

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Sebelum ada antibiotik, dulu pneumonia dan demam rematik menjadi penyakit mematikan, karena belum ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi infeksi tubuh.

Penemuan penisilin menjadi penanda awal era antibiotik, seperti melansir American Chemical Society, Kamis (30/1/2020).

Sebelum ada penisilin, rumah sakit penuh dengan orang-orang keracunan darah, hingga infeksi akibat luka goresan dan lain sebagainya.

Sindrom Nasi Goreng, Apa Itu?

Lawan Antibiotik, Bakteri Bisa Berubah Bentuk

Ilmuwan Ciptakan Perban yang Berubah Warna Saat Bakteri Terdeteksi

Lantas, bagaimana penisilin atau antibiotik akhirnya ditemukan?

Antibiotik adalah senyawa yang diproduksi oleh bakteri dan jamur yang mampu membunuh atau menghambat perkembangan mikroba.

Ternyata, fenomena ini telah lama diketahui oleh masyarakat Mesir Kuno. Diketahui orang Mesir Kuno mempraktikkan penyembuhan luka yang terinfeksi dengan meletakkan roti berjamur di atas luka tersebut.

Namun, baru pada tahun 1928, penisilin sebagai obat antibiotik sejati ditemukan oleh Alexander Fleming, seorang Profesor Bakteriologi di Rumah Sakit St. Mary di London.

Ahli bakteri, Alexander Fleming, yang menemukan penisilin sebagai antibiotik pertama.

Pada awal September 1928, Fleming kembali dari liburan lalu mulai memilah-milah cawan petri yang mengandung koloni bakteri Staphylococcus.

Belum Ada Obatnya, 63 Orang yang Terinfeksi Virus Corona Sembuh

Cina Gunakan Obat HIV untuk Lawan Virus Corona Wuhan, Ampuh Tidak?

Adalah bakteri yang menyebabkan bisul, sakit tenggorokan dan abses.

Pada salah satu cawan, Flaming memperhatikan sesuatu yang tidak biasa, karena ada satu bagian di cawan tersebut ditumbuhi koloni jamur.

Area tersebut kemudian diidentifikasi sebagai straun langka Penicillium notatum, di mana seolah-olah jamur itu mengeluarkan sesuatu yang menghambat pertumbuhan bakteri.

Selanjutnya, Fleming menemukan jus cetakannya mampu membunuh berbagai bakteri berbahaya, seperti Streptococcus, Meningococcus dan Basil difteri.

Akhirnya, dua asistennya, Stuart Craddock dan Frederick Ridley, tugas yang sulit untuk mengisolasi penisilin murni dari jus cetakan.

Itu terbukti sangat tidak stabil, dan mereka hanya bisa menyiapkan solusi bahan mentah untuk bekerja dengannya.

Fleming menerbitkan temuannya di British Journal of Experimental Patology pada Juni 1929, dengan hanya referensi yang lewat untuk manfaat terapeutik potensial penisilin.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved