Gempa Bumi

Zona Aktif Gempa Masih Berlangsung Sampai Februari, Ini Evaluasi BMKG

Daryono mengatakan setiap bulan BMKG membuat evaluasi aktivitas gempa bumi tektonik di sejumlah wilayah.

Editor: Geafry Necolsen
Antara
Petugas memberikan penjelasan terkait gempa bumi yang terjadi di Pulau Bali, di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 3 Denpasar, Bali, Selasa (16/7/2019). BMKG memutakhirkan data gempa bumi tektonik yang awalnya memiliki kekuatan M 6 menjadi M 5,8 di laut dengan jarak 80 km arah Selatan Negara, Jembrana, Bali, pada kedalaman 104 kilometer yang mengakibatkan sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. 

Zona Aktif Gempa Masih Berlangsung Sampai Februari, Ini Evaluasi BMKG

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) kembali membuat evaluasi zona aktif gempa bumi tektonik selama sebulan di wilayah Indonesia.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan setiap bulan BMKG membuat evaluasi aktivitas gempa bumi tektonik di sejumlah wilayah.

Aktivitas gempa bumi selama sebulan ini dipetakan menjadi peta aktivitas gempa bulanan atau peta seismisitas bulanan.

Gempa Hari Ini: Guncang Melonguane dengan Kekuatan M 4,5

Kerap Terjadi Gempa dan Tsunami, BMKG: Kawasan Ini Memang Rawan

Peneliti: Gempa Bumi Tsunami Mentawai 2010 adalah Kejadian Langka

"Peta semacam ini perlu disampaikan kepada masyarakat, agar kita semua dapat mengetahui aktivitas gempa yang terjadi setiap bulan di wilayahnya," ujar Daryono.

Melalui peta seismisitas tersebut, akan tampak persebaran aktivitas gempa bumi sepanjang bulan Januari lalu. Selain itu, akan diketahui juga adanya kluster atau gerombolan sebaran pusat-pusat gempa tektonik di beberapa wilayah.

"Sekalipun aktivitas gempa hanya magnitudo kecil kurang dari 5,0 tetap perlu kita monitoring pergerakannya," jelas Daryono.

Mengapa Indonesia Kerap Dilanda Gempa Bumi?

Tidak Ada Megathrust di Selat Makassar, Simak Sejarah Gempa Sulawesi

Ia mencontohkan, kluster aktivitas gempa-gempa kecil atau zona aktif yang ada pada bulan Januari 2020. 

Kluster-kluster tersebut diperkirakan masih bisa terjadi sampai bulan Februari. "Akan tetapi, bisa jadi ada kluster yang berubah tidak aktif atau bergeser ke zona lain," sambung dia.

Pergeseran zona aktif dari waktu ke waktu, kata Daryono, adalah dinamika aktivitas gempa tektonik di Indonesia. Menurutnya, ini wajar karena wilayah Indonesia memiliki sumber gempa yang cukup banyak.

Sepanjang Januari, berikut klaster gempa kecil yang terjadi di delapan wilayah di Indonesia: Nias, Simeulue Bengkulu, Jawa Barat Bali, Lombok, Sumba Gorontalo Laut Maluku Ambon Banda Mamberamo Papua.

"Dari klaster aktivitas gempa ini kita dapat mengetahui adanya zona aktif yang masih bertahan," kata Daryono. Di antaranya seperti yang terjadi di Lombok, Ambon, dan Mamberamo. Kendati demikian, ada zona aktif yang cepat berakhir tanpa terjadi gempa kuat.

Daryono menegaskan peta zona aktif adalah laporan aktivitas gempa bulanan. Peta ini dilaporkan BMKG, sebagai bagian tugasnya dalam melakukan monitoring gempa di wilayah Indonesia.

Evaluasi bulanan terhadap aktivitas gempa bumi tektonik di Indonesia menjadi bagian dari tugas BMKG dalam memberikan informasi gempa bumi.

Selain itu, melalui paparan tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terkait aktivitas gempa bumi di Indonesia. "Peta zona aktif bukanlah prediksi gempa bumi, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir," sambung Daryono.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved