Parenting

Ini Langkah Awal yang Dilakukan Jika Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

Bayi tidak bisa mengontrol gerakannya sendiri. Saat bayi terlelap, seringkali ia berguling tak tentu arah.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi bayi jatuh dari tempat tidur 

Ini Langkah Awal yang Dilakukan Jika Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Tidak jarang, saat traveling para orangtua membawa serta anak mereka yang masih bayi.

Sementara di tempat baru, bisa hotel, penginapan atau mungkin rumah sewa, tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk bayi beristirahat. Bisa jadi tempat toidur kecil.

Kondisi ini bisa membuat bayi terjatuh dari tempat tidurnya. Bayi tidak bisa mengontrol gerakannya sendiri. Saat bayi terlelap, seringkali ia berguling tak tentu arah.

 Benarkah Bayi Tak Akan Ingat ketika Diajak Traveling?

 Perkenalkan Anak dengan Rasa Alami Makanan Sedini Mungkin

Cara Mudah dan Sederhana Sterilisasi Peralatan Bayi

Manfaat Buah Mangga Sebagai Makanan Pendamping ASI

 

Meski ibu atau ayah telah menyiapkan proteksi untuk bayi, terkadang si buah hati luput dari pandangan. Tak heran banyak kejadian bayi jatuh dari tempat tidur.

Biasanya, bayi yang jatuh dari tempat tidur akan segera menangis. Ini disebabkan karena selain rasa sakit, bayi juga kaget.

Lalu apa yang harus dilakukan bila bayi jatuh dari tempat tidur?

Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr Fransiska Farah, Sp.A, M.Kes mengatakan hal yang harus dilakukan oleh orangtua atau ibu adalah periksa bagian kepalanya.

 

“Apakah ada benjol, memar, lecet, dan luka terbuka atu tidak,” tuturnya. Selain kepala, bagian lain yang harus diperiksa adalah hidung dan mulut.

“Periksa juga bagian hidung dan mulut, apakah terdapat pendarahan atau tidak. Amati hingga tiga hari ke depan apakah ada muntah-muntah atau perubahan kesadaran yang tadinya aktif, lalu banyak tertidur, atau sulit dibangunkan,” papar dr Fransiska.

Jika Anda mendapati gejala-gejala seperti yang disebutkan dr Fransiska, ada baiknya memeriksakan si buah hati ke dokter spesialis anak.

“Segera periksakan ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat,” tambahnya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved