Sejarah

Perang Dunia II, Faktanya Tidak Semua Pilot Kamikaze Rela Bunuh Diri

Fusata Iida secara luas dianggap sebagai pilot Kamikaze pertama, meskipun itu bukan niatnya.

zoom-inlihat foto Perang Dunia II, Faktanya Tidak Semua Pilot Kamikaze Rela Bunuh Diri
Wikimedia
Kamikaze

Perang Dunia II, Faktanya Tidak Semua Pilot Kamikaze Rela Bunuh Diri

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Kamikaze mungkin menjadi salah satu taktik paling menakutkan di Front Pasifik selama Perang Dunia II berlangsung.

Namun Kamikaze umumnya dikenal sebagai serangan bunuh diri yang dilakukan oleh awak pesawat Jepang terhadap kapal-kapal laut Sekutu di akhir perang.

Banyak yang mengira jika pilot-pilot kamikaze adalah pasukan fanatik yang telah dicuci otaknya, walau kenyataannya tidak seperti itu.

Mereka sama seperti tentara lainnya, yang bertempur di antara kesetiaan dan ketakutan akan kematian. Serangan Kamikaze adalah salah satu pelajaran sejarah yang tidak boleh kita lupakan.

Beberapa fakta di bawah ini mungkin dapat menjelaskannya dengan singkat.

1. Serangan Kamikaze pertama awalnya tidak direncanakan

9 Fakta Tentang Kamikaze, Serangan Angin Dewa di Perang Dunia IItimetoast.com

Selama serangan Jepang di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941, Letnan Fusata Iida yang saat itu masih berusia 28 tahun terkena serangan.

Berdasarkan dokumen dari History, pesawatnya, Mitsubishi A6M5 Zero, telah mengalami kerusakan parah sehingga ia memberi sinyal kepada seluruh pasukan udara Jepang untuk melanjutkan serangan tanpanya.

Dia menunjuk ke tanah, awalnya berniat untuk menabrakkan pesawatnya pada target yang sesuai. Dia menargetkan Hanggar 101, hanggar utama di pangkalan itu, dan bermaksud untuk melakukan serangan bunuh diri.

Namun tembakan dari pasukan Amerika menghancurkan pesawatnya dan bukannya mengenai hanggar, pesawat itu malah melewatinya dan meledak.

Taktik Kamikaze pun baru diaplikasikan tiga tahun setelah tragedi ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved