Teknologi Militer

Korea Utara Juga Buat Kapal Selam dan Rudal

Kantor berita Korea Utara, KCNA, mengabarkan tentang Pemimpin Korut, Kim Jong Un yang berkunjung ke lokasi proyek pembangunan kapal selam terbaru.

KCNA
Kim Jong Un saat mengunjungi pembuatan kapal selam produksi mereka sendiri 

Korea Utara Juga Buat Kapal Selam dan Rudal

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Korea Utara kembali menjadi pemberitaan dalam beberapa hari terakhir. Setelah memamerkan proyek kapal selam terbarunya, kali ini Korea Utara dilaporkan telah kembali meluncurkan rudalnya.

Korea Utara disebut telah menembakkan dua rudal jarak dekatnya dari kota pesisir Wonsan, di pantai timur. Rudal pertama ditembakkan menempuh jarak sejauh 430 kilometer.

Rusia Ciptakan Rudal Vangard yang Tahan Suhu 2.000 Derajat Celcius

Mulai Desember 2020, TNI AL Gunakan Kapal Selam Buatan Sendiri

Penemuan yang Mengubah Dunia: Rudal, Senjata Mematikan

Penemuan Kapal Selam Berasal dari Sunda Empire? Ini Fakta Sesungguhnya

Sementara rudal kedua yang diluncurkan mencapai jarak 690 kilometer sebelum akhirnya jatuh ke Laut Timur. Menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), satu dari dua rudal yang ditembakkan Korea Utara merupakan rudal tipe terbaru yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Rudal kedua, dengan jarak yang lebih jauh tampaknya merupakan desain baru. Tetapi analisis terperinci masih dilakukan untuk memverifikasi hal itu," lanjut pejabat dari JCS.

Kantor berita Korea Utara, KCNA, mengabarkan tentang Pemimpin Korut, Kim Jong Un yang berkunjung ke lokasi proyek pembangunan kapal selam terbaru.

Diberitakan bahwa Kim Jong Un melakukan inspeksi dan memeriksa data operasional dan taktis serta sistem persenjataan dari kapal selam baru itu.

Disebutkan juga bahwa proyek pembangunan kapal selam itu merupakan salah satu yang menjadi perhatian khusus Kim Jong Un.

Dan dijadwalkan beroperasi di perairan lepas pantai timur Korea Utara "dalam waktu dekat". Laporan KCNA tidak menjelaskan jenis sistem senjata yang dimiliki kapal selam.

Juga tidak merinci kapan dan di mana tepatnya inspeksi tersebut dilakukan. Namun pakar menilai, proyek tersebut sekaligus menunjukkan potensi kelanjutan pengembangan program rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) milik Korea Utara.

Menurut mantan utusan nuklir Korea Selatan, Kim Hong-kyun, Pyongyang memiliki pesan khusus dari tindakannya tersebut.

"Dengan menembakkan rudal, mengangkat masalah latihan militer, dan menunjukkan kapal selam barunya, Korea Utara mengirimkan satu pesan jelas bahwa mungkin tidak ada pembicaraan tingkat kerja jika Amerika Serikat tidak menghadirkan sikap yang lebih fleksibel," kata Kim Hong-kyun.

Pendapat lainnya disampaikan Harry Kazianis, dari Pusat Kepentingan Nasional Washington, yang mengatakan, Korea Utara kemungkinan merasa kesal karena AS dan Korea Selatan mengagendakan latihan militer bersama.

"Korea Utara jelas merasa kesal karena AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer bersama. Kita seharusnya tidak kaget dengan langkah ini dan, pada kenyataannya, kita seharusnya sudah menduganya," kata Kazianis.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved