Sejarah

Hari Ini Dalam Sejarah: 30 Januari 1948, Mahatma Gandhi Dibunuh

Pemimpin spiritual sekaligus politikus di India, Mohandas Karamchand Gandhi alias Mahatma Gandhi, pada 30 Januari 1948 dibunuh Nathuram Godse.

Editor: Geafry Necolsen
net
Mahatma Gandhi 

Hari Ini Dalam Sejarah: 30 Januari 1948, Mahatma Gandhi Dibunuh

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Pemimpin spiritual sekaligus politikus di India, Mohandas Karamchand Gandhi alias Mahatma Gandhi, pada 30 Januari 1948 dibunuh seorang lelaki Hindu, Nathuram Godse.

Godse marah karena menganggap Gandhi terlalu memihak kepada umat Islam dibandingkan umat Hindu. Peristiwa itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 30 Januari.

Hari Ini dalam Sejarah, 28 Januari, Pesawat Jet AS Ditembak Uni Soviet 3 Orang Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Bumi di Gujarat Tewaskan 20.000 Orang

Selain itu, masih banyak peristiwa bersejarah pada 30 Januari yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 30 Januari, yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

30 Januari 1917
I Gusti Ngurah Rai lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia-Belanda atau kini Indonesia. Ia kemudian dikenal sebagai pemimpin militer di Bali saat fase Perang Kemerdekaan Indonesia.

Namanya ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional pada 1975 silam. Kini, namanya digunakan sebagai nama bandara di Bali, yakni Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.

30 Januari 1942
Pertempuran antara pasukan Jepang dan pasukan Sekutu meletus di Ambon, Hindia-Belanda atau kini Indonesia. Pertempuran itu berlangsung selama lima hari dan berakhir dengan kemenangan Jepang.

Lebih dari 300 tentara Sekutu yang tertangkap dibantai pasukan Jepang di Lapangan Laha, Ambon.

30 Januari 1944
Pasukan Sekutu yang menyerbu wilayah Cisterna, Anzio, Italia dan memicu pertempuran dengan pasukan Jerman.

Pertempuran itu berlangsung selama empat hari dan berakhir dengan kemenangan Jerman. Sekutu harus kehilangan 311 tentaranya yang tewas dan 450 tentara yang ditawan dalam pertempuran tersebut.

30 Januari 1945
Kapal penumpang milik Jerman, Wilhelm Gustloff, yang dipadati pengungsi Jerman, tenggelam di Laut Baltik setelah ditorpedo oleh kapal selam milik Uni Soviet.

Sekitar 9.500 orang tewas dalam peristiwa yang dianggap sebagai musibah pelayaran paling mematikan itu.

30 Januari 1945
Pasukan Amerika Serikat (AS) bersama pasukan Filipina menyerbu Kota Cabanatuan, Filipina yang dikuasai Jepang.

Dalam penyerbuan itu, pasukan AS dan pasukan Filipina berhasil membebaskan lebih dari 500 tentara Sekutu yang ditawan Jepang.

30 Januari 1948
Pemimpin spiritual sekaligus politikus di India, Mohandas Karamchand Gandhi alias Mahatma Gandhi, dibunuh seorang lelaki Hindu, Nathuram Godse.

Nathuram Godse marah karena menganggap Gandhi terlalu memihak kepada umat Islam dibandingkan umat Hindu.

Gandhi tewas setelah ditembak tiga kali di Birla House, New Delhi, India. Kini, Birla House menjadi museum bernama Gandhi Smriti yang didedikasikan untuk Mahatma Gandhi.

30 Januari 1968
Pasukan Vietnam Utara mulai melancarkan serangan besar-besaran ke Vietnam Selatan.

Serangan itu kemudian dilakukan dalam tiga fase, yakni pada 30 Januari hingga 28 Maret 1968, 5 Mei sampai 15 Juni 1968, dan 17 Agustus hingga 23 September 1968.

Meskipun Vietnam Utara kehilangan tentara lebih banyak dibanding Vietnam Selatan, serangan ini dianggap sebagai titik balik Vietnam Utara untuk mencapai kemenangan dalam Perang Vietnam lantaran berhasil melancarkan propaganda besar-besaran di Vietnam Selatan.

Serangan itu kini dikenang dengan sebutan Serangan Tet lantaran dimulai tepat pada Tahun Baru Vietnam yang dalam bahasa Vietnam disebut Tet Nguyen Dan.

30 Januari 1969
Untuk kali terakhir, The Beatles tampil bermusik di hadapan publik sebelum akhirnya bubar. Konser terakhir The Beatles itu digelar di atap gedung Apple Records di London, Inggris.

Sayangnya, konser terakhir The Beatles itu dibubarkan polisi saat tengah berlangsung.

30 Januari 1972
Tentara Inggris menembaki warga sipil yang berdemonstrasi menuntut hak-hak sipil di Dery, Irlandia Utara. Akibatnya, sebanyak 14 orang tewas tertembak.

Peristiwa yang terjadi di masa Konflik Inggris-Irlandia Utara itu kini dikenang dengan nama Bloody Sunday atau Minggu Berdarah lantaran terjadi pada Minggu.

30 Januari 1981
Dimitar Ivanov Berbatov lahir di Blagoevgrad, Bulgaria.

Namanya kemudian menjadi terkenal setelah menjadi pemain sepak bola dan pernah membela dua klub besar di Inggris, yakni Tottenham Hotspur dari 2006 sampai 2008 dan Manchester United sejak 2008 sampai 2012.

Kini, pemain sepak bola yang berposisi sebagai striker itu membela salah satu klub di India, Kerala Blasters.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved