Kesehatan

Saat Stres, Seseorang Cenderung Konsumsi Makanan Manis, Ini Sebabnya

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara stres dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.

Editor: Geafry Necolsen
hotels.com
Ilustrasi: Untuk meredakan stres, biasanya muncul keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. 

Saat Stres, Seseorang Cenderung Konsumsi Makanan Manis, Ini Sebabnya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Stres dapat memengaruhi tubuh dengan berbagai cara. Mulai dari menurunkan mood, meningkatkan nafsu makan, bahkan membuat Anda ingin makan beragam makanan manis.

Apa sebenarnya yang membuat Anda ingin makan manis saat stres?

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara stres dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.

Ganggu Kepribadian Anak Kemudian Hari, Ibu Hamil Dilarang Stres

Benarkah Munculnya Uban Dipicu oleh Stres? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tips Mengurangi Stres Kerja, Manfaatkan Jam Istirahat

Penelitian-penelitian tersebut menghasilkan teori sebagai berikut:

1. Asupan gula menurunkan hormon kortisol penyebab stres Stres dipicu oleh pelepasan hormon kortisol dari hipoccampus yang terdapat pada otak.

Pelepasan kortisol memicu peningkatan denyut jantung, tekanan darah, gula darah, pernapasan, dan fungsi otot. Mekanisme ini sebenarnya bermanfaat untuk meningkatkan kesigapan Anda saat berhadapan dengan situasi penuh tekanan.

Namun, jumlah kortisol yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan stres, rasa cemas, serta gejala depresi. Keinginan makan manis saat stres diduga berkaitan dengan kortisol dalam tubuh.

Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa konsumsi gula menurunkan jumlah kortisol dan aktivitas hipoccampus.

Respons otak dalam menanggapi stres juga turut membaik. Meski demikian, hubungan langsung antara asupan gula dengan stres masih perlu dikaji lebih lanjut.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved