Sains

Fakta Tentang Virus Corona, Korban Meninggal Mayoritas Pria

Fakta menunjukan, mayoritas yang meninggal karena terinfeksi virus corona, mayoritas berjenis kelami pria. 13 adalah pria dan 4 Wanita.

AFP
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL). 

Fakta Tentang Virus Corona, Korban Meninggal Mayoritas Pria

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Komisi kesehatan China telah merilis detail kematian 17 korban pertama virus corona Wuhan pada hari Kamis (23/1/2020) lalu.

Dilansir dari The New York Times, Kamis (23/1/2020); detail tersebut dirilis bersamaan dengan keputusan otoritas untuk mengisolasi Wuhan dan kota-kota sekitarnya.

Cina Gunakan Obat HIV untuk Lawan Virus Corona Wuhan, Ampuh Tidak?

Virus Corona Telah Menginfeksi 10 Negara, Berikut Negara yang Telah Mengonfirmasi

Detail ini mengungkapkan profil korban meninggal virus corona Wuhan lebih jelas dari sebelumnya. Dari 17 korban yang hanya diidentifikasikan dengan nama belakang.

Fakta menunjukan, mayoritas yang meninggal karena terinfeksi virus corona, mayoritas berjenis kelami pria.

13 adalah pria sedangkan empat sisanya adalah wanita.

Perubahan Iklim Bangkitkan Virus Kuno yang Terperangkap dalam Es

Wabah Virus Corona Sudah Terdeteksi di 12 Negara, Begini Cara Mencegahnya

Korban yang paling muda adalah seorang wanita bernama Yin berusia 48 tahun. Dia meninggal pada hari Senin (20/1/2020), sebulan setelah gejalanya pertama kali muncul.

Sementara itu, korban yang paling tua adalah dua orang pria berusia 89 tahun yang meninggal pada hari Sabtu (18/1/2020) dan Minggu (19/1/2020).

Median usia korban yang meninggal 75 tahun. Mayoritas memiliki penyakit penyerta seperti sirosis hati, hipertensi, diabetes dan Parkinson.

Rilis dari pemerintah China juga mengungkapkan bahwa kayoritas korban datang ke rumah sakit karena mengalami demam dan batuk-batuk, meskipun tiga tidak mengalami demam ketika mereka datang ke rumah sakit.

Kebanyakan dari mereka lantas sempat dirawat di rumah sakit selama seminggu. Beberapa bahkan dirawat selama sebulan.

Namun, ada dua korban yang meninggal dalam waktu empat hari setelah dirawat di rumah sakit.

Walaupun menunjukkan gambaran yang mengerikan, detail yang baru terungkap ini juga memberikan titik cerah bagi para pakar medis.

Sejauh ini, penyakit ini tampak tidak membunuh orang-orang yang berusia muda dan sehat. Dr W Ian Lipkin, seorang epidemiologi di Columbia University yang menjadi penasihat China dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) saat wabah SARS, adalah salah satu yang menemukan tanda-tanda positif dari detail baru ini.

Dia menulis kepada New York Times bahwa ini merupakan tanda yang cukup menenangkan bahwa mayoritas kasus yang fatal adalah orang-orang tua dan/atau yang memiliki penyakit kronis yang meningkatkan kerentanan mereka terhadap penyakit menular.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved