Flora dan Fauna

Semut Neraka Benar Ada, Tanduknya Terbuat dari Zat Besi

Setelah diteliti lebih lanjut dengan CT Scan atau pemindai secara komputer, ternyata tanduk di kepala semut tersebut terbuat dari zat besi

Newscientist
Setelah diteliti lebih lanjut dengan CT Scan atau pemindai secara komputer, ternyata tanduk di kepala semut tersebut terbuat dari zat besi 

Semut Neraka Benar Ada, Tanduknya Terbuat dari Zat Besi

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Ilmuwan mendeskripsikan jenis baru semut prasejarah yang bernama Linguamyrmex vladi atau semurt neraka.

Semut ini hidup pada jaman Creatceous atau jaman sebelum dinosaurus musnah. Sebutan untuk semut itu benar-benar merepresentasikan penampakannya.

Philip Barden, peneliti di Institut Teknologi New Jersey bersama rekan-rekannya, menjelaskan bahwa mulut semut itu mendongak, mirip sebuah pedang yang siap dihunuskan.

Semut Bisa Berubah Menjadi Zombie, Mampu Membunuh Seluruh Koloninya

Semut Tercepat di Dunia, Setara 579 Kilometer per Jam!

Sementara, kepalanya memiliki organ serupa tanduk dan rahang bawahnya cukup panjang sedemikian sehingga dengan tubuhnya, penampakannya mirip gading gajah.

"Saat mendapat mangsa, rahang bawah akan terangkat ke atas dan menjepit dengan organ mirip tanduk di kepalanya,"kata Barden. 

Setelah diteliti lebih lanjut dengan CT Scan atau pemindai secara komputer, ternyata tanduk di kepala semut tersebut terbuat dari zat besi dan kalsium.

"Kemungkinan logam atau besi tersebut berfungsi melindungi tanduk agar tidak cepat rusak," kata Vincent Perrichot seorang ahli biologi asal Perancis.

Ini Alasan Mengapa Semut Berjalan Berbaris

Selalu Konvoi, Kenapa Semut Tidak Pernah Mengalami Macet?

Vincent juga pernah meneliti keberadaan semut tersebut dan dia menyebutnya, semut bertanduk. Barden juga menambahkan keunikan lain dari semut neraka adalah saat memangsa korbannya.

Semut itu menghisap cairan pada serangga yang disebut haemolymph, setara dengan darah pada manusia. Ketika posisi rahang ke depan, ada semacam corong "penghisap darah" yang menuju langsung ke bagian mulut.

Dengan tanduk yang punya kandungan logam, semut itu dinilai cukup kuat untuk menusuk mangsa.

Semut itu ditemukan di sebuah amber atau resin pohon yang telah memfpsil dan menjebak serangga. Lokasinya di Myanmar.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved