Kesehatan

Update Virus Corona China, Menulari Petugas Medis yang Rawat Pasien

virus tersebut tidak hanya menyebar ke keluarga pasien yang terinfeksi, tapi juga 14 petugas medis yang melakukan kontak dengan pasien.

Editor: Geafry Necolsen
unknown
Ilustrasi Laboratorium 

Update Virus Corona China, Menulari Petugas Medis yang Rawat Pasien

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Pemerintah China mengkonfirmasi bahwa corona virus jenis baru yang telah menginfeksi lebih dari 200 orang Asia, termasuk Jepang, Thailand, dan Korea Selatan.

Dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Ini berarti, virus tersebut dapat menyebar lebih cepat dan membuatnya menjadi lebih berbahaya.

Virus Mematikan Menyebar, Berikut Cara Hindari Terkena Virus di Pesawat

Wabah Pneumonia Misterius di China, Kenali 5 Jenis Pneumonia Ini

Sejauh ini, virus yang mengganggu pernapasan itu dianggap sebagai novel Coronavirus dan dijuluki 2019-nCoV. Virus ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Coronavirus terkait dengan MERS dan SARS, serta flu biasa, dan memiliki gejala pneumonia. Jumlah orang yang terinfeksi telah meroket dalam beberapa hari terakhir.

Kabar terakhir, tiga orang tewas karenanya. Dilansir IFL Science, Senin (20/1/2020), direktur State Key Laboratory of Respiratory Disease Zhong Nanshan berkata kepada media lokal bahwa virus tersebut tidak hanya menyebar ke keluarga pasien yang terinfeksi, tapi juga 14 petugas medis yang melakukan kontak dengan pasien.

Inilah yang mengkonfirmasi bahwa virus tersebut dapat ditularkan dari manusia ke manusia. "Kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit saat ini adalah mencegah munculnya penyebar super dari virus," ucap Zhong kepada South China Morning Post.

Hal ini merujuk pada pasien yang menularkan virus ke petugas medis yang merawatnya. Laporan resmi menyatakan bahwa 224 orang terinfeksi.

Namun, analisis statistik berdasarkan orang yang terinfeksi di dalam maupun luar China, mungkin jumlah yang terinfeksi sebenarnya lima sampai 11 kali lipat lebih banyak.

Virus ini dialami oleh tiga orang dari luar China, setelah ketiganya melakukan perjalanan ke Wuhan. Otoritas kesehatan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih memantau perkembangan situasi untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Para ahli tidak dapat memprediksi bagaimana situasi akan berkembang. Terlalu dini untuk memberi prediksi.

"Kami masih dalam tahap awal wabah. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan otoritas China dan sejumlah ahli untuk mengabarkan perkembangan ke dunia," kata Dr Mike Turner, Direktur Sains Wellcome dalam sebuah pernyataan.

"Perkiraan ukuran wabah masih sulit diprediksi pada tahap awal ini, tetapi jelas masih menyebar. Kita semua lebih khawatir saat ini dibanding tiga hari lalu," ujarnya.

Wuhan adalah kawasan penting di China dengan populasi lebih dari 11 juta orang tinggal di perkotaan. Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang 25 Januari nanti akan menjadi perhatian yang lebih serius.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved