Sejarah Nasional

Mengenal Klenteng Toa Pek Kong, Saksi Sejarah Perang Dunia

Tarakan adalah basis pertahanan militer Kolonial Belanda pada masa perang dunia kedua.

Tribun Kaltim
kelenteng-toa-pek-kong 

Klenteng Toa Pek Kong, Saksi Sejarah Perang Dunia 

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Keberagaman di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, nyaris serupa dengan wilayah perkotaan lainnya di Indonesia.

Berbagai kelompok suku, agama dan ras hidup berbaur di Bumi Panguntan, sebutan Kota Tarakan.

Dulunya Tarakan sebagai sebuah wilayah kepulauan yang terpisah dari pulau besar Kalimantan, adalah basis pertahanan militer Kolonial Belanda pada masa perang dunia kedua.

Bahkan jauh sebelumnya tepatnya di tahun 1800an, Belanda telah mendirikan pengeboran minyak dan membangun kota.

Konflik Timur Tengah: Pasukan Turki Paksa Pengungsi Suriah Kembali ke Zona Perang

Jika Perang Nuklir Terjadi, Ini yang Bisa Dilakukan untuk Bertahan Hidup

Hingga pada tahun 1940an terjadi perpindahan kekuasaan ke tangan Jepang dan puncaknya terjadi perang di tahun 1943 sampai 1945.

Tak hanya Belanda dan Jepang, pasukan Australia sebagai kelompok sekutu Amerika Serikat juga secara besar-besaran pernah mendarat di pulau Tarakan. 

Juga terlibat peperangan dengan Jepang dan meninggalkan jejak-jejak sejarah.

Tetapi ketiga negara ini sudah angkat kaki dari Tarakan, di era pascakemerdekaan ini kekuasaan penuh dalam pengelolaan Kota Tarakan ada di bawah Pemerintah Daerah.

Hanya saja pembangunan di Tarakan ada pula turut andil para pendatang yang mengadu nasib di kota terbesar Kalimantan Utara ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved