Kesehatan

Jet Lag, Penyakit yang Hanya Dialami Penumpang Pesawat

Oleh karena itu, ketika seseorang pergi ke tempat dengan zona waktu berbeda, tentunya jam biologis harus melewati masa adaptasi.

Kompas
Ilustrasi penumpang pesawat 

Jet Lag, Penyakit yang Hanya Dialami Penumpang Pesawat

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Jika kamu sering bepergian menggunakan pesawat, mungkin kamu pernah mengalami jet lag saat sampai di tempat tujuan.

Hal tersebut tersebut tidak nyaman. Jet lag merupakan sebuah gangguan tidur yang disebabkan karena perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dengan melalui zona waktu yang berbeda.

Biasanya, seseorang akan mengalami jet lag jika melakukan perjalanan hingga 13 jam atau lebih.

5 Makanan untuk Meminimalkan Jet Lag

6 Manfaat Jahe untuk Kesehatan Tubuh

Menurut Psikolog Ratih Ibrahim, gejala jet lag pada umumnya yaitu mengantuk pada siang hari, tidak bisa tidur di malam hari, dan baru bisa tidur menjelang dini hari.

Hal tersebut karena ritme tubuh masih mengikuti kebiasaan di tempat sebelumnya.

Sementara itu, Direktur RSU Menteng Mitra Afia, Dokter Enrico Adhitya Rinaldi mengungkapkan, jet lag tidak memiliki perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak. M

enurutnya, semua orang yang mengalami jet lag akan sama-sama mengalami rasa lelah yang yang membuat seseorang mengantuk, sehingga bisa membuat merasa terganggu.

Terlebih lagi ketika dalam kondisi mereka mengantuk dan sudah seharusnya tertidur lelap, namun ketika sampai di tempat tujuan, tempat tersebut masih berada dalam waktu siang hari.

Namun, jet lag sangat terlihat di anak-anak. Ratih menuturkan, kondisi anak-anak akan terlihat lebih tampak lelahnya.

4 Cara Agar Tubuh Tetap Segar dan Fokus Setelah Begadang

Studi Ungkap Manfaat Baru Wedang Jahe, Bandrek, dan Sebangsanya bagi Tubuh

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved