Sejarah

Sejarah Empat Serangkai: Tokoh, dan Kiprahnya

Agar rakyat mau membantu Jepang, Jepang mendekati golongan nasionalis yang kala itu memperjuangkan kemerdekaan.

Editor: Geafry Necolsen
NIOD
Empat Serangkai, para pemimpin Putera, sedang menunggu kedatangan Perdana Menteri Jepang Tojo pada 1943. Dari kiri ke kanan: Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantoro, Kiai Hadji Mas Mansoer. Paling kanan M Soetadjo Djojohadikoesoemo.(NIOD) 

Sejarah Empat Serangkai: Tokoh, dan Kiprahnya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Empat Serangkai adalah kumpulan tokoh yang berpengaruh di era kemerdekaan.

Tahukah kamu siapa saja Empat Serangkai?

Mereka adalah nasionalis yang memperjuangkan nasib rakyat Indonesia sejak masa penjajahan Hindia Belanda hingga masa pendudukan Jepang.

Mereka adalah: Soekarno Moh Hatta Ki Hajar Dewantara KH Mas Mansyur Soekarno dan Hatta saat itu sudah dikenal sebagai tokoh politik dari golongan nasionalis.

Sejarah Tuna Bluefin: Makanan Kucing hingga Berharga Miliaran Rupiah

Malam Bersejarah Sergio Aguero, Raja Hattrick Premier League

Sejarah Terulang, 8 Januari 1989: Pesawat Boeing 737-400 Jatuh di Inggris, 47 Tewas, 74 Luka

Tidak Ada Megathrust di Selat Makassar, Simak Sejarah Gempa Sulawesi

Sementara KH Mas Mansyur dari golongan Islam. Mas Mansyur yang berasal adri Surabaya adalah ulama Muhammadiyah yang sebelumnya adalah anggota Sarekat Islam.

Adapun Ki Hajar Dewantara, dikenal sebagai pelopor pendidikan yang mendirikan Taman Siswa, sekolah pribumi yang tertua di Indonesia.

Empat Serangkai berpendapat sikap kooperatif dan kerja sama adalah langkah terbaik ketika perang.

Saat itu, Jepang tengah menghadapi Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya melawan negara-negara Barat.

Untuk memenangkan perang itu, Jepang merebut sejumlah negara Asia Tenggara yang sebelumnya dikuasai Jepang.

Indonesia yang tadinya dijajah Belanda, direbut Jepang pada 1942.

Jepang ingin memanfaatkan Indonesia yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk membantu Jepang meghadapi perang.

Agar rakyat mau membantu Jepang, Jepang mendekati golongan nasionalis yang kala itu memperjuangkan kemerdekaan.

Dikutip dari otobiografi Moh Hatta Untuk Negeriku (2011), suatu pagi di tahun 1943, Hatta dan Soekarno dipanggil Jepang.

Keduanya dipandang sebagai pemimpin politik yang dapat memberi masukan bagi Jepang.

Selain itu, diundang juga Ki Hajar Dewantara dan KH Mas Mansyur.

"Kami berempat itu diberi nama julukan oleh Soekardjo Wirjopranto 'Empat Serangkai'. Supaya kami berempat jangan diadudombakan, kami berempat selalu mengadakan hubungan dan pergaulan yang erat," tulis Hatta.

Putera Dari hasi perimbangan Jepang bersama para tokoh pergerakan, tercetuslah ide untuk membentuk organisasi sosial.

Saat itu sebenarnya sudah ada Gerakan Tiga A. Namun organisasi propaganda itu kurang efektif meraih simpati rakyat.

Gerakan Tiga A hendak dibubarkan. Jepang mempelajari bahwa untuk merebut hati rakyat, perlu tokoh nasional yang saat itu sudah dipercaya rakyat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
87 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved