Sejarah

Sejarah BMKG, Tugas dan Fungsinya

Sejarah BMKG Pengamatan meteorologi dan geofisikan pertama kali dilakukan pada 1841 oleh Kepala Rumah Sakit di Bogor, Dr. Onnen.

Editor: Geafry Necolsen
BMKG
BMKG 

Sejarah BMKG, Tugas dan Fungsinya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merupakan sebuah lembaga Pemerintah non departemen yang dipimpin seorang kepala badan.

BMKG memiliki tugas dengan melaksanakan tugas pemerintah di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika di wilayah Indonesia.

Sejarah BMKG Pengamatan meteorologi dan geofisikan pertama kali dilakukan pada 1841 oleh Kepala Rumah Sakit di Bogor, Dr. Onnen.

Sejarah Empat Serangkai: Tokoh, dan Kiprahnya

Dofida dan Noifasui, Bahasa Nias untuk 2 Obyek Baru di Rasi Centaurus

Ternyata, Nama Bintang dan Planet dari Rasi Centaurus Diambil dari Bahasa Nias

Dilansir dari situs resmi BMKG, pengamatan pertama kali dilakukan secara perorangan.

Namun dari tahun ke tahun kegiatan itu terus berkembang dan beberapa peralihan nama.

Pada 1866, oleh Pemerintah Hindia Belanda kegiatan pengamatan tersebut diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observartorium atau Observotarium Magnetik dan Meteorologi.

Untuk memaksimalkan kegiatan pengamatan, Pemerintah Hindia Belanda membangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun di Jawa pada 1879.

Pada 1902 memindahkan medan magnet bumi ke Bogor dari Jakarta.

Pengamatan gempa bumi pertama kali dilakukan pada 1908 seiring dengan pemasangan komponen horizontal seismograf Wiechert di Jakarta.

Sementara pemasangan komponen vertikal pada 1928.

Mengapa Bintang Berkedip Saat Malam Hari?

8 Cara Mengatasi Gigitan Ular Kobra

Katak dari Kalimantan Ini Paling Jago Menyamar

Berganti nama

Dalam sejarah lembaga ini beberapa kali berganti nama. Pada masa pendudukan Jepang diganti dengan nama Kisho Kauso Kusho.

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, lembaga ini pecah menjadi dua.

Pertama di Yogyakarta dengan nama Biro Meteorologi dibawah Markas Tertinggi Tentara Indonesia yang bertugas melayani kepentingan angkatan udara.

Selanjutnya di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan Geofisika dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga.

Pada 1950 secara resmi Indonesia masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (Wolrd Meteorological Organization atau WMO).

Pada 1955 menjadi Lembaga Meteorologi dan Geofisika di bawah Depertemen Perhubungan.

Tapi pada 1960 berubah menjadi Jawatan Meteologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan udara.

Pada 1965 menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved