Otomotif

BBM Menipis, Matikan AC, Apa Pengaruhnya?

Itu dilakukan karena pengendara percaya bahwa tidak menggunakan AC membuat kinerja mesin mobil lebih ringan.

djedzura
Ilustrasi AC mobil 

BBM Menipis, Matikan AC, Apa Pengaruhnya?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Mematikan fungsi air conditioner (AC) mobil merupakan salah satu cara yang sering dilakukan untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak ( BBM).

Khususnya, bila indikator BBM sudah berada di posisi "E" (empty/kosong). Itu dilakukan karena pengendara percaya bahwa tidak menggunakan AC membuat kinerja mesin mobil lebih ringan.

Sehingga, bensin tidak cepat terkuras dan mobil sampai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tepat waktu.

Kenapa Posisi Tutup Tangki BBM Tiap Mobil Tidak Sama, Kiri dan Kanan?

Berapa Jauh Mobil Bisa Jalan ketika Indikator Bensin di Posisi E?

Menggunakan BBM Oktan Tinggi, Tidak Selalu Baik untuk Mesin

Perbedaan Pertamax, Pertalite, dan Premium

Berbincang bersama Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi, menjelaskan bahwa sebenarnya prilaku tersebut tidak terlalu berpengaruh signifikan.

"Memang bisa mengurangi beban mesin karena kompresor tak berkerja, dan pada akhirnya konsumsi BBM dapat ditekan.

Tapi tidak signifikan, apalagi hanya dilakukan pada saat tertentu. Hanya presepsi saja sebenarnya," kata Anjar.

Pada kesempatan terpisah, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi menyebut bahwa hal yang berpengaruh signifikan terhadap efisiensi BBM adalah putaran mesin dan tekanan angin ban serta bahan bakar yang digunakan.

"Kalau AC dimatikan, tapi akselerasi dan pengereman mendadak tetap dilakukan, tidak ada pengaruhnya. Buka jendela juga, kalau terlalu lebar dan kecepatan mobil cukup kencang (kurang lebih 60 kpj), berpengaruh," kata dia.

Sebab, lanjut Didi, semakin besar jendela dibuka maka semakin besar pula angin yang masuk untuk menghambat laju kendaraan.

Berikut beberapa tips cara berkendara supaya irit bahan bakar.

1. Biasakan melakukan perpindahan gigi (transmisi manual) pada putaran 2.000-3.000 rpm.

2. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak, bila tidak diperlukan.

3. Gunakan tekanan angin pada ban kendaraan sesuai spesifikasi. 4. Gunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan atau rekomendasi pabrikan.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved