Sejarah Tuna Bluefin: Makanan Kucing hingga Berharga Miliaran Rupiah

Pada ratusan tahun lalu, potongan daging tuna hanya disajikan untuk kucing. tidak diinginkan dan cocok untuk masyarakat kelas bawah.

Editor: Geafry Necolsen
Hungryworks
Potongan daging ikan tuna 

Saat ingin menyantap ikan, maka ikan akan dibiarkan hidup selama mungkin untuk memastikan kesegarannya.

Tuna yang memiliki ukuran besar seringkali tidak dapat hidup dalam jangka waktu lama, sehingga dagingnya membusuk dengan cepat.

Bagian-bagian berlemak dari ikan lebih cepat membusuk dibandingkan dengan bagian tanpa lemak.

Orang Jepang pun sangat tidak menyukai bagian itu, sehingga bagian berlemak dianggap cocok untuk makanan kucing.

Reputasi tuna saat itu hanya untuk masyarakat kelas bawah. Hingga tahun 1890-an, sebagian besar tuna dikonsumsi oleh nelayan yang menangkapnya, dan keluarga mereka.

Mereka juga menghindari bagian berlemak. Bagian-bagian berlemak itu yang disebut otoro, kini menjadi bagian paling diminati dan mahal dari ikan apa pun.

Sepotong otoro (daging perut berlemak) adalah salah satu potongan paling berharga yang dapat masukkan ke dalam mulut penikmatnya.

Otoro dikonsumsi dalam jumlah besar sejak 1920-an. Ketika itu dijual sebagai makanan darurat dan murah dari kios-kios jalanan setelah Gempa Kanto Besar 1923.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved