Internasional

Unggahan Penistaan Agama di FB Diduga Picu Kerusuhan di Bangladesh, Kuil dan Rumah Warga Dibakar

Sebuah unggahan di Facebook yang diyakini melakukan penistaan agama memicu kerusuhan di Kota Borhanuddin, Negara Bangladesh.

BDNEWS24
Warga meluapkan emosinya hingga bersitegang dengan kepolisian. Kerusuhan mengakibatkan sejumlah warga tewas, beberapa rumah dan bangunan ibadah dibakar 

Berdasarkan keterangan resmi setempat, setidaknya 100 orang menjadi korban luka-luka.

Sepuluh di antaranya adalah dari pihak kepolisian.

Dilaporkan oleh Deutsche Welle (DW), (21/10/2019), para demonstran yang berasal dari kelompok konservatif terpicu kemarahannya untuk turun ke jalan setelah melihat unggahan di media sosial yang berisi ajakan untuk melakukan balas dendam.

"Monster ini mengecam Rasul kami dan puterinya, Fatima. Semoga Allah menggerakkan para hakim untuk menggantung orang ini," kata salah seorang pengguna di Facebook, seperti dikutip dari Deutsche Welle (DW).

Setelah dilakukan penyelidikan, seorang pria yang dituduh melakukan penistaan ini mengaku akun media sosialnya telah dibajak oleh orang lain.

Klaim tersebut dibenarkan oleh pihak kepolisian usai ditangkapnya tiga pria yang diduga adalah pelaku utama yang meretas akun korban.

Baca: Begini Respons Hanura saat Kadernya Tak Masuk Jajaran Kabinet Indonesia Maju Jokowi

Identitas Pelaku

Seorang laki-laki bernama Biplob Chandra Shuvo ditengarai mengunggah ujaran kebencian.

Pihak kepolisian mengaku bahwa postingan milik Shuvo yaitu sebuah tangkapan layar percakapan antara akun milik Shuvo dengan temannya diunggah pada Jumat siang dan mengundang kemarahan warga.

Polisi kemudian menahan terduga pelaku tersebut guna dilakukan penyelidikan dan menahan dua lainnya untuk diinterogasi.

Sarker Mohammad Kaiser, perwakilan pihak kepolisian menyatakan akun Facebook milik Biplob Chandra Shuvo diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihak peretas dilaporkan mengakses Facebook Messenger milik Shuhvo dan mengunggah tangkapan layar komentarnya.

Akibat unggahan yang dilakukan peretas ini, protes datang dari warga lainnya baik melalui media massa maupun aksi turun ke jalan.

Baca: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Bukan Kali Pertama

Ketegangan berlatar belakang agama antara mayoritas dan minoritas di Bangladesh bukanlah menjadi hal yang pertama.

Pada tahun 2016, sebanyak 14 kuil dan ratusan rumah milik warga Hindu dibakar dan dijarah oleh massa yang marah di Nasirnagar, Upazila, lantaran dipicu oleh unggahan di media sosial.

Setelah dilakukan investigasi oleh kepolisian, pria yang dituding mengunggah konten penghinaan tersebut ternyata tidak bersalah.

Setahun kemudian, unggahan serupa di Facebook juga turut menggerakkan massa.

Kemarahan massa berujung kerusuhan dengan membakar sejumlah rumah milik warga beragama Hindu di Rangpur.

Dilaporkan satu orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved