Sejuta Orang Lakukan Unjuk Rasa di Chile Tuntut Reformasi Ekonomi, Sekitar 7 Ribu Orang Ditangkap

Dilaporkan lebih dari satu juta orang melakukan unjukrasa di Chile, Jumat, (25/10/2019), waktu setempat untuk menuntuk reformasi ekonomi.

Imago-images/Aton Chile/A. Pina kepada Deutsche Welle
Sekitar satu juta orang melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut reformasi ekonomi di Chile 

Menurunkan Tensi

Pemerintah Chile berusaha meredam gejolak aksi yang telah menelan korban jiwa dalam satu minggu terakhir ini dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan.

Pemerintah setempat telah menetapkan status darurat untuk merespon situasi dan kondisi yang terjadi.

Selanjutnya, pemerintah setempat juga menerapkan jam malam.

Kebijakan ini hadir setelah sejumlah oknum demonstran dilaporkan membakar stadion metro dan merusak sejumlah fasilitas publik.

Menteri Luar Negeri Chile, Teodoro Ribera setuju dengan dikerahkannya pasukan militer untuk meredam aksi unjuk rasa.

Meskipun terdapat klaim terlah jatuh korban akibat pasukan militer yang terus bermunculan, Ribera meneruskan usahanya.

"Perhatian kami yakni bahwa hak asasi manusia harus dihormati.

Ini juga termasuk soal ketertiban umum dan para bangunan yang dimiliki warga, agar tidak dirusak," ujarnya.

Pemerintah juga telah berusaha - untuk meredam aksi massa - menerapkan kebijakan-kebijakan baru pada awal pekan ini.

Kebijakan baru yang dilakukan antara lain; meningkatkan upah minimum dan uang pensiun; menurunkan kembali tarif transportasi umum; dan menunda kenaikan tarif dasar listrik.

Komentar Gubernur Wilayah Santiago

Gubernur Daerah Santiago, Karla Rubilar mengeluarkan pernyataan melalui akun media sosial Twitter ihwal aksi ini.

Dituturkan olehnya bahwa demonstrasi ini adalah hari bersejarah bagi Chile.

"Ini merupakan hari yang bersejarah bagi Chile, kota metropolitan ini menjadi tuan rumah aksi damai unjuk rasa bagi sekitar satu juta orang, yang mewakili sebuah mimpi baru bagi Chile," ujar Gubernur Santiago, Karla Rubilar.

Pernyataan Presiden Chile dan

Sementara itu, Presiden Chile, Miguel Juan Sebastián Piñera Echenique dari bekas anggota National Renewal - partai liberal konservatif - yang saat ini menjadi non partisan berkomentar perihal aksi ini di akun media sosialnya.

Ia menyatakan telah mendengar semua aspirasi dan berharap Negara Chile dapat lebih adil dan suportif.

"Unjuk rasa besar-besaran yang menyenangkan dan damai hari ini, di mana masyarakat Chile menuntut Chile yang lebih adil dan suportif, membuka jalan untuk masa depan harapan besar," ujar Presiden Pinera di Twitter, Jumat (25/10) malam.

"Kami telah mendengar semua aspirasi. Kami semua telah berubah. Dengan persatuan dan atas rahmat Tuhan, kita akan menuju Chile yang lebih baik bagi semua orang." tulis Pinera.


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved