Internasional

Konflik Timur Tengah: Pasukan Turki Paksa Pengungsi Suriah Kembali ke Zona Perang

Beberapa bulan menjelang operasi militer di daerah timur Laut Suriah, pasukan Turki dilaporkan memaksa para pengungsi kembali ke zona perang

Imago/Zuma untuk Deutsche Welle (DW)
Para pengungsi Suriah di Turki dipaksa kembali ke zona perang 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berdasarkan data Amnesty Internasional, beberapa bulan menjelang operasi militer di daerah timur Laut Suriah, pasukan Turki dilaporkan memaksa para pengungsi Suriah untuk kembali ke zona perang.

Aksi pasukan Turki ini dianggap ilegal.

Tak hanya itu, pihak Amnesty International juga telah melakukan pembicaraaan dengan sejumlah pengungsi.

Mereka (para pengungsi) mengaku dipindahkan dari Turki dan kembali dikirim ke Suriah dengan pemaksaan, seperti dilaporkan Deutsche Welle (DW), (25/10/2019).

Zona perang di Suriah
Zona perang di Suriah menjadi tempat kembalinya para pengungsi Suriah di Turki. (Picture Alliance/Abaca/A. Al-Bushy untuk Deutsche Welle (DW))

Pengiriman para pengungsi ini dilakukan tanpa adanya kepastian zona aman bagi mereka.

Aksi ini dianggap justru menempatkan para pengungsi kembali ke dalam bahaya besar bagi kehidupan mereka.

Adanya Paksaan Dari Otoritas Keamanan Turki

Selain itu, banyak pengungsi yang memberi laporan kepada Amnesty Internasional bahwa mereka dipaksa dan diancam oleh aparat kepolisian Turki untuk menandatangani dokumen pernyataan bahwa mereka kembali ke Suriah secara sukarela.

Pihak Amnesty International juga melakukan survei terkait perpindahan pengungsi.

Dilaporkan oleh Amnesty Internasional yang melakukan survei pada bulan Juli hingga Oktober, terdapat ratusan pengungsi yang sudah dikirim kembali ke Suriah.

Namun demikian, pengiriman dilakukan dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, hal tersebut bertentangan dengan keinginan para pengungsi tersebut.

Pihak otoritas Turki juga membuat klaim bahwa sebanyak 315.000 pengungsi telah kembali ke Suriah secara sukarela.

Ancaman dan paksaan

Aksi yang dilakukan pihak otoritas keamanan Turki oleh pihak Amnesty International dianggap ilegal

Pihak keamanan Turki diindikasikan telah mendeportasi pengungsi ke Suriah yang karena menganggap sebagai ancaman bahaya.

Pernyataan ini tentu merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia.

Para pengungsi ini dilaporkan telah ditindas dan diancam dengan menggunakan kekerasan atau dimasukkan penjara.

Aparat kepolisian juga dilaporkan telah memperdaya para pengungsi untuk menandatangani dokumen "kembali secara sukarela".

Pihak kepolisian Turki meyakinkan pengungsi untuk menandatangani dokumen yang berisi form pendaftaran, kuitansi bukti pembayaran, ataupun formulir yang tertulis pernyataan bahwa mereka tidak ingin tinggal di Turki.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved