Inilah SOSOK Penjahit Jas Jokowi Jelang Pelantikan Presiden, Ada Detail Permintaan Khusus

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, inilah sosok penjahit jas Jokowi

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
kompas.com
Presiden Joko Widodo menghadiri pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (1/10/2019). 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, sosok penjahit jas Jokowi yang jarang diekspos media kini mencuat ke publik.

Seorang pria bernama Rusman belakangan sempat dipanggil ke Istana Bogor untuk melaksanakan instruksi orang nomor satu di Indonesia.

Pria berumur 65 tahun ini diminta menjahitkan batik, kemeja putih, dan celana bahan hitam.

 

Baca: LIVE STREAMING Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo - Maruf Amin

Baca: BOCORAN Kabinet Jokowi-Maruf : 7 Menteri Lama Ini Dipertahankan Karena Prestasi, Lainnya Diganti

 

Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024, Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin
Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024, Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin (Sekretariat Negara)

Rusman adalah seorang pemilik rumah penjahit Feng Sin Tailor.

Saat ditemui Tribunnews.co, Selasa. (15/10/2019, ia mengaku mendapat permintaan khusus dari Presiden.

"Ada detail-detail permintaan khusus dari Jokowi, diminta dibuat agar lebih slim (ngepas di badan)," kata Rusman mengawali ceritanya.

Mengenal Feng Sin Tailor

Rumah penjahit Feng Sin Tailor telah berdiri sejak 1933.

Diakui oleh Rusman, bahwa ia meneruskan jejak orang tuanya pada era 70an.

Rusman mengaku telah menjahit beragam pakaian, untuk pelbagai profesi.

Di era Presiden Soeharto, ia pernah menjahit untuk Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1985-1993.

Tak hanya itu, ia juga menjahit untuk Menteri Kesehatan era 1999-2001, Achmad Sujudi.

Tak Menyangka Mendapat Pesanan Presiden

Rusman tak pernah mengira, profesinya sebagai penjahit dapat mempertemukannya dengan orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo.

"Saya tak pernah mengira akan menjahitkan orang nomor satu di Indonesia," imbuh Rusman.

Saat ditemui, Rusman tengah duduk di atas kursinya di gerai Feng Sin Tailor di Jalan Gunung Sahari V No. 11-A, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Ia menggunakan kemeja biru muda, sambil mengalungi alat ukur baju.

Ukuran Badan Joko Widodo

Beberapa waktu lalu, Rusman diminta datang ke Istana Bogor.

Ia mengukur badan Jokowi, untuk setelan jas, yang akan digunakan pada debat pemilihan presiden 2019 lalu.

Sejak tujuh tahun lalu, menjadi penjahit Jokowi tak ada perubahan berat badan atau pun besaran ukuran untuk pakaian dan celana.

"Sama saja ya karena bisa dilihat dari incinya. Malahan lebih kecil. Kalau celana sama saja. Kalau kemeja lebih langsing. Kalau dulu kan bikin gombrong. Sekarang jadi kurang 1 cm, dari yang lama," kata dia.

Tak hanya itu, Rusman menjelaskan bahwa tubuh Jokowi langsing dan tidak ada yang berubah.

"Postur tubuhnya sama, badannya tidak ada yang berubah. Memang langsing. Kalau sampai sekarang dari 2012 tidak ada perubahan ya. Dia 81-82, kalau lingkar celana 31 inci, tidak berubah dari 2012," ucap Rusman.

Pada pertemuan itu, Jokowi tak banyak bicara.

Rusman pun ke Istana Bogor hanya untuk mengukur badan Jokowi. "Tidak banyak ngomong dia (Jokowi) he-he, kan' cuma jahit saja," tutur Rusman.

Pesanan Rutin: Tidak Lagi Longgar, Jokowi Memilih Lebih Slim

Rusman mengakui bahwa hampir setiap bulan pihak Istana memintanya untuk menjahitkan empat batik, empat kemeja putih, dan dua celana bahan.

Sejak masa kampanye pemilihan presiden 2019, Jokowi meminta ukurannya tak lagi begi atau longgar.

Namun, meminta agar dibuat lebih slim atau pas di badan.

Termasuk pada bulan ini, bertepatan dengan pelantikan 20 Oktober mendatang.

"Permintaan khususnya ya dibuat agak slim. Waktu itu siang di Istana Bogor. Sejak saat itu Pak Jokowi meminta agar ukuran dibuat agak slim. Kalau dulu begi, sekarang seluruhnya agak slim. Kalau dulu Pak Jokowi masih begi, kesempitan tidak enak, mungkin dulu nyaman gitu," kata Rusman.

Memakai Jas Lama ?

Ditanya ihwal jas yang dipakai saat pelantikan 20 Oktober 2019, Rusman mengaku belum menerima pesanan untuk menjahitkan jas Jokowi yang akan digunakan pada pelantikan.

"Sampai saat ini, tidak ada orderan jas. Mungkin pakai jas lama," ujar Rusman.

Pria berkacamata ini, tak mengira akan bisa menjahitkan Jokowi, beserta istrinya Iriana, dan anak bungsunya, Kaesang.

Rusman tak percaya bisa sejauh ini, "Ya saya juga tidak menyangka. Tapi senang pastinya," ucapnya seraya berkaca-kaca.

Rusman berujar tak ada tarif khusus yang dikenakan kepada Jokowi. Menurutnya, tarif yang dikenakan, tarif normal.

"Sama saja. Antar-jemput pasti ada ongkosnya he-he. Biasanya Rp 2 juta lebih, sampai puluhan juta ada, tergantung ongkosnya. Kalau jahit batik Rp 7 juta, bahan dari dia. Celana bahan Rp 2-5 juta," sambungnya.

Rusman pun sempat menunjukan jahitannya.

Saat diperlihatkan akun Instagram @jokowi, ia menunjuk hampir keseluruhan foto Jokowi, memakai jahitan karyanya.

"Itu yang saat bertemu Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull," imbuh Rusman sambil menunjuk foto Jokowi bersama Rutte dan Turnbull.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha/TRIBUNNEWS.COM/Dennis Destryawan)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved