Habiskan Sisa Hidup Bersama, Kakek & Istrinya Rela Kayuh Gerobak Belasan Kilometer Berjualan Bakso

Inilah kisah Slamet dan Painem, warga Solo, Jawa Tengah yang berjualan bakso keliling bersama.

Instagram: @saiff_food
Slamet dan Painem berjualan bakso keliling bersama. Habiskan Sisa Hidup Bersama, Kakek & Istrinya Rela Kayuh Gerobak Belasan Kilometer Berjualan Bakso. 

Slamet mengaku sejak tinggal di alamat tersebut, ia memilih untuk menyambung hidup dengan berjualan bakso keliling.

Ia tak segan mengajak istrinya bersama menjajakan bakso.

Seringkali, sang istri ia bonceng di belakang, sementara Slamet mengayuhnya di depan.

Slamet rela mengayuh sepeda gerobaknya ke tempat-tempat tertentu.

Jarak yang mereka tempuh terkadang hingga belasan kilometer.

Diakui olehnya bahwa hal itu perlu ia lakukan untuk mencari pelanggan yang ia selalu pikir, telah menantinya.

Di tempat-tempat tertentu, pasutri lansia itu akan berhenti untuk mangkal.

Di antaranya di kawasan SD Kanisius Semanggi II, SD Al-Fajar Semanggi, dan Kantor Majelis Tafsir Alquran (MTA) Semanggi.

Hingga Malam Hari

"Kami berputar-putar paling jauh di kawasan Alun-Alun Kidul Keraton Solo, Gladag, Balaikota, terkadang sampai Pasar Gede," tutur Painem.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved