Benarkah Klaim Waketum Gerindra Arief Poyuono, Tak Ada Korupsi di China dan Vietnam? INI FAKTANYA

Klaim Arief Poyuono bahwa tak ada korupsi di China dan Vietnam keliru, ini faktanya

Tangkapan Layar Youtube Najwa Shihab, 23/10/2019
Arief Poyuono menyebut bahwa tak ada korupsi di negara China dan Vietnam 

Sebelumnya, pada tahun 2017, bekas pemimpin perusahaan minyak PetroVietnam, Phung Dinh Thuc ditangkap usai didakwa bertindak dengan sengaja melawan aturan negara dalam urusan manajemen ekonomi.

Selain itu, dalam investigasi juga ditemukan fakta bahwa ia telah melanggar aturan keuangan negara yang mengakibatkan beberapa proyek merugi seperti pembangkit listrik tenaga panas, pabrik tekstil dan beberapa proyek bahan bakar bio-energi.

Komentar Arief Poyuono dan Acara Najwa Shihab

Dalam acara yang dibawakan oleh wartawan senior, Najwa Shihab, juga turut hadir beberapa tamu seperti: politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Irma Suryani Chaniago, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al Habsyi, pengamat politik, Yunarto Wijaya, dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid.

Membicarakan ihwal topik "Gono Gini Kursi Menteri", Arief Poyuono juga sempat menolak Prabowo Subianto disebut sebagai pembantu Jokowi.

Mulanya, Adian meminta agar masyarakat jangan khawatir dengan banyaknya partai yang masuk ke dalam koalisi pemerintahan.

Menurutnya, sedikit atau banyaknya partai oposisi, kritik pada pemerintah masih tetap akan terus berlanjut.

Apalagi dengan berkembangnya teknologi, terutama media sosial.

"Jangan kemudian khawatir bahwa ketika kemudian oposisinya kecil, sedikit, lalu pengawasannya jadi hilang sama sekali."

"Kemajuan teknologi sekarang itu berkah bagi ilmu demokrasi, semua orang bisa mengontrol siapapun," jelas Adian

Namun, ia menolak adanya pandangan bahwa nantinya Partai Gerindra akan kritis pada pemerintah seperti biasanya.

"Lebih menariknya apa yang ditanyakan Mbak Nana tadi mungkin enggak Partai Gerindra tetap kritis sementara Ketua Umumnya pembantu Presiden?,"

"Nggak mungkin, nggak mungkin. Kenapa? Pembantu," tegas Adian.

 "Ya tetap kritis dong," bantah Arif Poyuono yang duduk di sampingnya.

Menurut Adian, kekritisan Partai Gerindra akan hilang lantaran Prabowo Subianto kini menjadi menteri.

Sedangkan, menteri bertugas membantu presiden.

Namun, Arif menolak penggunaan istilah pembantu hingga terjadilah perdebatan antar keduanya.

Bahkan, mereka terlihat saling tunjuk mempertahankan argumen masing-masing.

"Ya tetap pembantu juga," kata Adian

"Bukan pembantu, pengabdi pada negara," ujar Arif.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved